Enter your keyword

Raih Penghargaan di ISSCC 2026, Inovasi Analog Chip Berorientasi Kesehatan Tembus Panggung Dunia

Raih Penghargaan di ISSCC 2026, Inovasi Analog Chip Berorientasi Kesehatan Tembus Panggung Dunia

Raih Penghargaan di ISSCC 2026, Inovasi Analog Chip Berorientasi Kesehatan Tembus Panggung Dunia

Bandung, stei.itb.ac.id/redesign — Prestasi internasional kembali diraih mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung. Angelina Wahyuni Selva (EL’23) bersama tim berhasil memperoleh penghargaan pada kompetisi Code-a-Chip dalam rangkaian IEEE International Solid-State Circuits Conference (ISSCC) 2026, salah satu forum dan kompetisi paling bergengsi di dunia dalam bidang desain sirkuit terpadu (IC).

Code-a-Chip merupakan kompetisi desain IC atau chip, khususnya pada track analog, yang berbasis pada Open-Source Ecosystem dengan lisensi tidak berbayar. Berbeda dari pendekatan konvensional yang mengandalkan perancangan layout chip secara manual, kompetisi ini menuntut peserta untuk menggunakan Python Notebook dan Process Design Kit (PDK) Open-Source. Melalui pendekatan tersebut, layout analog chip dapat digenerate secara terprogram menggunakan kode, sehingga menghadirkan proses desain yang lebih otomatis, efisien dan terstandarisasi.

Dalam proyek ini, Angelina Wahyuni Selva (EL’23) berperan dalam perancangan core amplifier, termasuk proses sizing dan floor planning melalui diskusi intensif bersama tim, serta integrasi keseluruhan sistem analog dan pengembangan skematik. Ia bekerja sama dengan Aleta Edna Jessalyn (EB’23) yang berkontribusi pada integrasi bagian ESD, chopper switches serta low-pass filter (LPF) switched capacitor, termasuk pada aspek skematik.

Abdillah Aziz dari Lab PME memegang peran utama dalam pengembangan metode chopper switches, yaitu teknik untuk mengonversi komponen DC menjadi sinyal berbentuk rectangular, serta turut mendukung proses floor planning, sizing LPF dan penyusunan skematik. Kontribusi lainnya datang dari Keisya Andretta Basoeki (EB’23) yang terlibat dalam pengembangan chopper switches, inverter dan beberapa bagian skematik.

Tim ini dibimbing oleh Dr.Eng. Ir. Infall Syafalni, S.T., M.Sc. yang mengawal pengembangan komponen digital clock divider, yang diimplementasikan sepenuhnya menggunakan alur desain digital open-source OpenLane.

Proses pengumpulan karya berlangsung pada Oktober 2025, meskipun pengiriman dapat dilakukan lebih awal. Pengerjaan proyek berjalan hampir bersamaan dengan pelaksanaan Chipathon 2025 pada Juli 2025. Seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan secara daring, menuntut kedisiplinan tinggi serta koordinasi tim yang solid di tengah kompleksitas teknis desain analog IC.

Keputusan untuk mengikuti Code-a-Chip pada ajang IEEE International Solid-State Circuits Conference dilandasi oleh kesadaran bahwa ISSCC merupakan salah satu kompetisi dan forum paling prestisius dalam komunitas desain IC global. Bagi tim, partisipasi ini bukan sekadar mengikuti lomba, melainkan kesempatan untuk menguji kemampuan desain analog dan IC yang dikembangkan sesuai standar internasional, sekaligus memperoleh evaluasi langsung dari para ahli industri dan akademisi dunia.

Sebagai mahasiswa tingkat dua Teknik Elektro, Angelina mengakui bahwa tantangan yang dihadapi cukup besar. Banyak materi lanjutan terkait desain analog IC yang belum sepenuhnya diperoleh di perkuliahan, meskipun dasar-dasarnya telah diperkenalkan dalam beberapa mata kuliah. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia bersama tim melakukan pembelajaran mandiri dalam penggunaan tools yang disediakan serta memperdalam metode desain analog IC, termasuk perancangan amplifier dan teknik chopping.

Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan ketekunan dan kapasitas teknis tim, tetapi juga menunjukkan kesiapan mahasiswa STEI ITB untuk berkontribusi dalam ekosistem semikonduktor open-source dan berkompetisi pada tingkat internasional.