- Tentang
About STEI
People
Governance & Quality
Access & Services
SPBE – STEI ITBPortal sistem layanan digital, kinerja unit, e-office, HRIS, dan layanan publik.
›
- Pendidikan
International
Undergraduate ProgramGlobal-standard education
for future leaders.Electrical Engineering Hardware for Intelligence›Intelligent Communications Engineering To Expand Boundaries,›
To Solve ProblemsArtificial Intelligence Building Intelligent Software with Global Source of Excellence›Sustainable Power Engineering Engineering Energy,›
Shaping the FutureCybersecurity Secure Systems, Protect Data, Shape the Digital Future› Explore IUP Programs →Graduate & Doctoral
ProgramsMaster’s Programs
Doctoral Program Advanced research pathway with STEI faculty promoters.›
- Penelitian
- Research Groups
Kelompok Keahlian
Jelajahi bidang riset dan temukan kelompok keahlian di STEI ITB.
Explore ResearchEksplorasi Riset
Temukan kolaborasi, publikasi, kegiatan ilmiah, dan jejaring riset STEI ITB.
Kerja Sama Penelitian
Kolaborasi riset dengan institusi nasional dan internasional.
Lihat SelengkapnyaPublikasi Ilmiah
Kumpulan karya ilmiah dosen dan peneliti STEI ITB.
Lihat SelengkapnyaSeminar & Konferensi
Informasi seminar, konferensi, dan kegiatan ilmiah terkait riset.
Lihat SelengkapnyaKemitraan Riset
Jejaring mitra akademik, industri, dan kolaborasi strategis.
Lihat Selengkapnya
- Komunitas
- Services
- Apply
Di tengah kekhawatiran pandemi novel coronavirus covid-19, hal yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan alat bantu medis. Salah satunya adalah ventilator. Alat ini dapat membantu pasien tetap bernafas ketika paru-parunya sudah tidak sanggup, dan harganya termasuk mahal.
Terlebih, di saat seperti ini, alat tersebut menjadi langka ditemukan karena banyaknya rumah sakit yang memerlukan. Stok ventilator saat ini semakin menipis dan harganya melonjak.
Dr. Ir. Syarif Hidayat, dosen STEI ITB (KK Ketenagalistrikan) yang juga merupakan pembina YPM Salman ITB, kini tengah mengembangkan purwarupa produk ventilator darurat. Bersama aktivis Salman ITB – mahasiswa dari berbagai bidang pendidikan – ventilator ini diharapkan dapat membantu pasien di kondisi darurat sebagai alat alternatif.
Purwarupa alat ini disebut Venti. VentI (Ventilator Portabel Indonesia) adalah alat bantu pernafasan bagi pasien dengan kegawatan level menengah. Alat ini bukan diperuntukkan untuk pasien ICU.
Bahan yang digunakan untuk ventilator darurat ini dapat ditemukan di pasaran, menggunakan bahan-bahan yang memang mudah dicari. Komponennya terdiri dari motor, pompa, selang, kipas, valve, filter, dan programming dengan arduino.
Dalam kondisi gawat darurat ketika ventilator di rumah sakit telah terpakai semua, alat ini diharapkan bisa digunakan. Secara garis besar alat ini bisa mengeluarkan napas sebanyak 12-18 kali per menit tanpa harus terhubung dengan tabung oksigen.
Kini, tim ini juga diperkuat beberapa dosen ITB lain, yaitu Prof. Dr. Tata Dirgantara dan Dr. Sandro dari FTMD ITB, beserta mahasiswanya. Alat ini masih terus dikembangkan, dan menerima masukan dari berbagai pihak untuk perkembangan lanjutannya.
Review oleh tim medik ahli anestesi sudah dilakukan. Alat diendorse dengan rekomendasi penyempurnaan.