“Magic Mirror” Raih Pengakuan Nasional sebagai Salah Satu dari 117 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025
Bandung, stei.itb.ac.id/redesign – Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi melalui inovasi “Magic Mirror: Cermin Pintar Pemantau Kesehatan” yang berhasil masuk dalam daftar 117 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025 yang diselenggarakan oleh Business Innovation Center. Inovasi ini dinilai unggul berkat pendekatan non-kontak berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam memantau parameter vital pengguna secara praktis, higienis, dan terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari.
Magic Mirror lahir dari kebutuhan masyarakat modern akan sistem pemantauan kesehatan yang lebih praktis. Banyak orang belum terbiasa memeriksa detak jantung atau suhu tubuh secara rutin karena alat konvensional umumnya membutuhkan kontak fisik, kurang fleksibel, serta tidak selalu tersedia dalam keseharian. Terinspirasi dari konsep “cermin ajaib”, tim pengembang mengubah fungsi cermin biasa menjadi perangkat kesehatan cerdas berbasis AI yang mampu mengenali wajah dan menganalisis parameter vital hanya dengan pengguna berdiri di depannya. Pendekatan ini menghadirkan pengalaman pemeriksaan kesehatan yang menyatu dengan rutinitas tanpa mengganggu aktivitas.
Pengembangan inovasi ini melibatkan kolaborasi multidisiplin dari para peneliti dan praktisi STEI ITB. Almer Fandriyanto, M.T. berperan sebagai pengembang utama sistem kecerdasan buatan sekaligus menangani front-end dan back-end aplikasi, termasuk pengembangan algoritma AI, integrasi perangkat lunak, pemrosesan data wajah, serta perancangan antarmuka pengguna agar hasil analisis dapat ditampilkan secara real-time dan mudah dipahami. Donny Danudirdjo, Ph.D. berkontribusi dalam pengolahan sinyal dan analisis data fisiologis melalui pengembangan metode remote photoplethysmography (rPPG) untuk estimasi detak jantung dari citra wajah, serta validasi model berbasis pendekatan matematis dan statistik. Prof. Andriyan Bayu Suksmono, Ph.D. memberikan arahan konseptual dan kerangka ilmiah untuk memastikan kebaruan teknologi dan kekuatan landasan riset. Ir. Habibur Muhaimin, M.Sc. bertanggung jawab pada aspek eksperimen dan pengujian sistem melalui pembandingan dengan alat medis konvensional guna mengukur tingkat akurasi, sementara Amarruddin Mu’tadz, A.Md. menangani perancangan dan integrasi perangkat keras, termasuk kamera, layar, serta struktur fisik Magic Mirror agar ergonomis dan siap digunakan di berbagai lingkungan.
Proses pengembangan dimulai pada Januari 2025 dengan fokus pada perancangan perangkat keras dan algoritma AI. Setelah melalui tahapan pengembangan serta validasi awal, inovasi ini didaftarkan pada Juli 2025 untuk mengikuti seleksi 117 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025. Pengumuman resmi diterima pada Februari 2026. Secara keseluruhan, perjalanan dari tahap awal pengembangan hingga memperoleh pengakuan nasional berlangsung sekitar satu tahun.
Ke depan, Magic Mirror memiliki potensi implementasi yang luas, terutama di lingkungan rumah dan fasilitas kesehatan. Di rumah, perangkat ini dapat berfungsi sebagai dashboard kesehatan keluarga yang terintegrasi dalam aktivitas harian, sehingga setiap anggota keluarga dapat melakukan pemantauan kondisi tubuh secara rutin. Di rumah sakit, klinik, dan puskesmas, Magic Mirror berpotensi menjadi alat skrining mandiri di area pendaftaran atau ruang tunggu untuk membantu efisiensi alur pelayanan dan mengurangi beban tenaga medis.
Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan preventif, khususnya pada era pasca-pandemi, Magic Mirror menawarkan solusi pemeriksaan non-kontak yang lebih nyaman dibandingkan alat konvensional. Inovasi ini menggabungkan teknologi computer vision, analisis fisiologis, dan desain produk yang menyatu dengan interior rumah maupun ruang publik. Melalui uji lapangan terhadap 30 subjek dan pembandingan dengan alat medis konvensional, hasil awal menunjukkan tingkat akurasi yang menjanjikan dan menjadi dasar untuk pengembangan lanjutan. Dengan fondasi ilmiah yang kuat, potensi pasar yang besar, serta model pengembangan yang skalabel, Magic Mirror menjadi representasi komitmen STEI ITB dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.