Enter your keyword

Kuliah Umum EBT Buka Peluang Integrasi Pendidikan dan Riset STEI ITB–UNRAM

Kuliah Umum EBT Buka Peluang Integrasi Pendidikan dan Riset STEI ITB–UNRAM

Kuliah Umum EBT Buka Peluang Integrasi Pendidikan dan Riset STEI ITB–UNRAM

Bandung, stei.itb.ac.id — Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Ir. Burhanuddin Halimi, S.T., M.T., Ph.D., menjadi narasumber dalam kuliah umum bertajuk “Bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia: Potensi dan Tantangan” yang diselenggarakan di Fakultas Teknik Universitas Mataram (UNRAM), Kamis, 9 Juli 2026.

Kuliah umum tersebut membahas berbagai potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia beserta tantangan yang dihadapi dalam pengembangan dan pemanfaatannya. Selain memberikan wawasan mengenai perkembangan sektor energi, kegiatan ini turut membuka pembahasan mengenai peluang penelitian yang dapat dikembangkan untuk mendukung penguatan ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga memperkenalkan dan mendiskusikan peluang pengembangan Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister (JKSM) ITB antara Program Sarjana Teknik Elektro UNRAM dan Program Magister Teknik Elektro STEI ITB. Program tersebut berpotensi memberikan jalur pendidikan yang lebih terintegrasi bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan akademik antarinstitusi.

“Harapannya, mahasiswa UNRAM memiliki kesempatan mengikuti program integrasi sarjana–magister sehingga dalam waktu lima tahun dapat menyelesaikan pendidikan S1 di UNRAM dan melanjutkan pendidikan S2 di Program Studi Magister Teknik Elektro ITB,” ujar Burhanuddin.

Melalui skema tersebut, proses pendidikan pada jenjang sarjana dan magister diharapkan dapat terhubung secara lebih berkesinambungan. Mahasiswa berpeluang memperoleh pendampingan akademik dari dosen kedua perguruan tinggi, termasuk dalam pelaksanaan tugas akhir pada jenjang sarjana maupun penelitian tesis pada jenjang magister.

Pada tahap sarjana, penelitian tugas akhir dapat melibatkan dosen UNRAM sebagai pembimbing utama dan dosen STEI ITB sebagai pembimbing pendamping. Selanjutnya, ketika mahasiswa menempuh pendidikan magister di STEI ITB, skema pembimbingan dapat dilanjutkan dengan melibatkan dosen STEI ITB sebagai pembimbing utama serta dosen UNRAM sebagai pembimbing pendamping.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung percepatan dan kesinambungan studi mahasiswa, tetapi juga membuka peluang pengembangan penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, serta pembentukan agenda riset yang lebih luas dan berkelanjutan.