Enter your keyword

Muhammad Amin Sulthoni

Dr. Ir. Muhammad Amin Sulthoni

Electronics Research Groups

Perjalanan akademiknya dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1998. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro pada tahun 2003, dia melanjutkan ke jenjang Magister di bidang yang sama dan lulus pada tahun 2005. Ketertarikannya pada dunia elektronika tidak berhenti pada level sistem, tetapi menembus hingga ke skala perangkat dan fenomena fisika yang menggerakkannya. Dorongan untuk memahami elektronika hingga level terdalam membawanya ke Jepang, tepatnya ke Tokyo Institute of Technology, yang saat ini bernama Institute of Science Tokyo. Di pusat riset unggulan tersebut, dia menempuh pendidikan doktoral dalam bidang Physical Electronics dan menyelesaikannya pada tahun 2012. Di lingkungan akademik yang sangat kompetitif dan berbasis riset kuat, beliau mendalami nanoelektronika, pemodelan transport elektron, serta fenomena tunneling pada perangkat semikonduktor lanjut. Di tahun 2017, dia mengukuhkan kompetensi profesionalnya dengan mendapatkan sertifikasi Insinyur Profesional Madya dari Persatuan Insinyur Indonesia.

Sejak 2003, beliau aktif sebagai peneliti di Pusat Mikroelektronika ITB sekaligus terlibat dalam program RUSNAS TIMe KNRT RI sebagai Product Engineer Sensor Tekanan. Sekembalinya dari Jepang pada 2012, dia mengabdi di ITB sebagai dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) serta peneliti di Pusat Mikroelektronika. Di ruang kelas, beliau dikenal sebagai pengajar yang sistematis dan konseptual, mengampu mata kuliah mulai dari Rangkaian Elektrik, Material Elektroteknik, hingga Nano Elektronika di tingkat magister. Kepemimpinan akademik menjadi bagian penting dari kontribusinya. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB (2016–2020), di mana ia mendorong modernisasi praktikum dan penguatan sistem manajemen laboratorium pendidikan. Pada periode 2021–2022, beliau dipercaya menjadi Ketua Program Studi Sarjana Teknik Elektro STEI ITB. Di posisi ini, ia berperan dalam penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran hingga Program Studi Teknik Elektro ITB berhasil mencapai akreditasi nasional unggul dari LAM Teknik maupun akreditasi internasional dari IABEE. Komitmennya terhadap mutu pendidikan juga diperkuat melalui pelatihan asesor LAM Teknik dan evaluator IABEE. Di ranah penelitian, kiprahnya mencerminkan keseimbangan antara riset fundamental dan aplikasi strategis. Ia terlibat dalam berbagai penelitian tentang non-volatile memory, fotodetektor berbasis grating silikon, superkapasitor berbasis karbon nanotube, hingga pemodelan Double-Gate MOSFET dengan pendekatan NEGF. Salah satu kontribusi strategisnya adalah keterlibatan dalam pengembangan HALE (High Altitude Long Endurance) untuk pemantauan wilayah terluar Republik Indonesia melalui skema RISPRO Inovasi LPDP. Proyek ini mencerminkan integrasi antara elektronika, sistem tenaga surya, dan avionik untuk mendukung kedaulatan wilayah udara nasional. Dalam proyek tersebut, perannya berada pada pengembangan dan integrasi sistem elektronika yang andal untuk operasi jangka panjang di ketinggian tinggi. Di tingkat profesional, beliau aktif dalam komunitas ilmiah internasional. Ia pernah menjabat sebagai Secretary IEEE Electron Device Indonesia Chapter. Dia juga berkontribusi pada Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro di Indonesia, dan terlibat dalam berbagai kepanitiaan konferensi internasional sebagai General Chair maupun Technical Program Chair. Aktivitas ini memperkuat jejaring kolaborasi tingkat nasional maupun global.

Keyword

mems, microelectronics manufacturing, nanoelectronics, sensors

en_USEnglish