Inovasi Kecerdasan Artifisial untuk Mobilitas Perkotaan Hadir di TMMIN Expertise Exhibition 2026
Bandung, stei.itb.ac.id – Mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) turut berpartisipasi dalam TMMIN Expertise Exhibition 2026 dengan menghadirkan inovasi AI-based Traffic Intelligence System for Smart City, sebuah sistem berbasis kecerdasan artifisial dan computer vision untuk menganalisis kondisi lalu lintas secara cerdas.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya untuk menjawab salah satu persoalan perkotaan yang masih menjadi tantangan besar, yaitu kemacetan, khususnya di Kota Bandung. Melalui sistem ini, teknologi AI dan data analytics dimanfaatkan untuk membantu memahami pola serta kondisi lalu lintas secara lebih akurat, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Mahasiswa STEI ITB yang terlibat dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada nilai kebermanfaatan bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu menghadirkan solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan kota dan kehidupan sehari-hari.
“Nilai utama yang ingin kami bawa adalah bahwa mahasiswa mampu menciptakan solusi nyata yang berdampak bagi kota dan masyarakat,” ujarnya.
Keikutsertaan dalam TMMIN Expertise Exhibition 2026 menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, sekaligus memperoleh wawasan langsung dari praktisi industri. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami bagaimana sebuah inovasi dinilai dari sudut pandang industri, pengguna, dan kebutuhan riil di lapangan.
Pameran tersebut melibatkan berbagai pihak dari Toyota, di antaranya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Astra Motor (TAM), jajaran Board of Director Toyota Indonesia, serta Board of Director Toyota Motor Company Asia bersama rombongan dari Jepang. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh finalis mahasiswa yang telah melalui proses seleksi oleh panitia penyelenggara.
Bagi mahasiswa STEI ITB, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan dalam mengembangkan solusi teknologi, khususnya di bidang software engineering, yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif dan mobilitas masa depan.
Proses persiapan kegiatan telah dimulai sejak Desember 2025 melalui pemaparan materi mengenai vehicle software development. Selanjutnya, peserta mengikuti software engineering boot camp yang difasilitasi oleh TMMIN di pabrik TMMIN Karawang. Kegiatan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dan kemampuan terkait rekayasa perangkat lunak dan perangkat keras dalam konteks industri otomotif dan manufaktur.

Setelah mengikuti rangkaian pembekalan, peserta diberikan waktu dari Februari hingga Juni 2026 untuk mengidentifikasi permasalahan nyata, merancang solusi, serta mengimplementasikan ide berdasarkan kategori teknologi yang telah ditentukan oleh TMMIN. Tim mahasiswa STEI ITB mengembangkan inovasi pada kategori OUT CAR, yaitu kategori yang berfokus pada teknologi di luar kendaraan.
Dalam proses pengembangannya, tim melakukan berbagai tahapan, mulai dari riset pasar, pendefinisian kebutuhan, pengumpulan data, pengadaan perangkat keras, pengembangan perangkat lunak, hingga integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak. Seluruh proses tersebut akhirnya menghasilkan sistem yang dapat dipamerkan pada TMMIN Expertise Exhibition 2026 yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026.
Selain menjadi ruang untuk menampilkan inovasi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan teknis maupun nonteknis. Proses pengembangan sistem, tantangan yang dihadapi, serta interaksi dengan peserta dan praktisi industri menjadi bagian penting dari pembelajaran.
“Semua kesulitan dan keberhasilan yang dialami selama pengembangan AI-based Traffic Intelligence System for Smart City ini menjadi pelajaran yang dapat menjadi bekal untuk kehidupan saya ke depannya,” ungkapnya.
Melalui partisipasi ini, mahasiswa STEI ITB tidak hanya menunjukkan kapasitas akademik dan teknologinya, tetapi juga memperlihatkan peran penting perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab tantangan masyarakat, industri, dan kota masa depan.