Lima Tahapan Meningkatkan Kualitas Diri Ala Immanuel Deo, Alumni Berprestasi STEI ITB
Usai melewati proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), fase kehidupan baru yang penuh tantangan menanti para mahasiswa. Untuk membangkitkan semangat dan memberikan orientasi karier sejak dini, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menghadirkan salah satu alumni, Immanuel Deo, dalam sesi sharing pada acara PMB, 16 Agustus 2021 lalu.
Profil Singkat Narasumber
Immanuel Deo adalah lulusan program studi Teknik Tenaga Listrik yang kini berkarier di industri minyak dan gas bumi. Masa perkuliahannya diwarnai dengan beragam prestasi dan pengalaman organisasional yang kaya.
Tercatat, ia pernah menjalani program magang di berbagai perusahaan energi, aktif sebagai asisten laboratorium, serta memimpin divisi di beberapa unit kemahasiswaan. Di luar kampus, ia mendirikan organisasi kepemimpinan, mewakili ITB di kompetisi nasional dan internasional, serta aktif menjadi volunteer di komunitas Bandung.
Pada momen kelulusannya di tahun 2019, ia mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan pidato perpisahan di hadapan wisudawan lainnya.
Lima Tahapan Meningkatkan Kualitas Diri
Dengan bekal pengalaman tersebut, Deo membagikan “Lima Tahapan Meningkatkan Kualitas Diri” kepada para mahasiswa baru sebagai roadmap untuk pertumbuhan personal yang optimal:
- The Beginning:
Tahapan awal untuk mengenali diri sendiri secara mendalam melalui konsep IKIGAI, yaitu passion, mission, vocation, dan profession. Proses ini dapat dilakukan melalui 16 Personalities, OCEAN, atau DISC Assessment, serta didukung dengan metode journaling atau meditasi. - The Arising:
Tahap pengimplementasian proses mengenal diri dan pengetahuan diri menjadi passion. Mahasiswa perlu memvalidasi minatnya dengan mencari referensi dari buku, podcast, umpan balik dari orang lain, atau mencari role model. Metode cross-reference ini akan membantu membangun mindset practice dan growth. - The Giving:
Setelah mengenal diri dan mampu mengarahkan kemampuan serta minatnya, mahasiswa perlu memberi manfaat kepada orang lain melalui kegiatan volunteer. Melalui proses ini, mahasiswa dapat menguji skill, personality, maupun cross-reference experiences dengan mendedikasikan diri kepada orang lain yang tidak terhubung langsung dengan kepentingan pribadinya. Hal ini berguna untuk mendapatkan umpan balik berharga dalam mengevaluasi diri agar menjadi lebih baik (listening from indirect involvement). - The Sustaining:
Tahap ini menjadi proses pengembangan yang intensif untuk melatih mahasiswa menciptakan ruang pembelajaran dua arah. Mahasiswa didorong menjadi individu yang menerapkan lifelong learning sebagai seorang mentor, sekaligus menciptakan ruang dialog dengan mentee. Ruang pembelajaran dua arah ini akan menjadi berkelanjutan jika diselingi dengan aktivitas hobi yang konsisten (passion into hobby). - The Breakthrough:
Puncak dari proses meningkatkan kualitas diri, yaitu ketika mahasiswa menjadi manusia yang sudah “selesai” dengan dirinya dan secara totalitas mau memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat (community development). Pada tahap ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pionir program, menciptakan program berkelanjutan untuk masyarakat, baik di lingkungan tempat tinggal, tingkat nasional, maupun secara global.
“Alih-alih menjadikan pencapaian pribadi sebagai parameter tunggal kesuksesan, fokuslah pada kontribusi nyata bagi orang lain. Manfaatkan setiap momen untuk melakukan pengembangan diri dan bangunlah jaringan seluas mungkin guna memperbesar ruang lingkup pengabdian kita.”
Demikian pesan Deo dalam kutipannya. Di akhir sesi, Deo kembali menekankan pentingnya setiap individu untuk mengenali kelebihan dan kekurangannya agar dapat menjalani perkuliahan dengan penuh kegembiraan dan kebermanfaatan.
Terima kasih, Immanuel Deo, atas inspirasinya bagi mahasiswa baru STEI ITB!