Tujuh Mahasiswa STEI ITB Ikuti Global Startup Design Thinking Hackathon Day di Korea Selatan
Bandung, stei.itb.ac.id — Tujuh mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) mengikuti 2026 Global Startup Design Thinking Hackathon Day di Chung Ang University, Korea Selatan, pada 29 September–2 Oktober 2026. Para peserta berasal dari Program Studi Teknik Telekomunikasi, Sistem dan Teknologi Informasi, serta Teknik Informatika.
Dari Program Studi Teknik Telekomunikasi, peserta terdiri atas Keane Dylan Tandean dan Muhammad Jafar Fadli. Keduanya merupakan mahasiswa tahun keempat. Sementara itu, Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi diwakili oleh Nazwan Siddqi Muttaqin dan Wisa Ahmaduta Dinutama, yang juga tercatat sebagai mahasiswa tahun keempat.
Tiga peserta lainnya berasal dari Program Studi Teknik Informatika, yakni Angelina Andra Alanna dan Jennifer Khang yang merupakan mahasiswa tahun ketiga, serta Muhammad Kinan Arkansyaddad yang merupakan mahasiswa tahun keempat. Keikutsertaan mahasiswa dari ketiga program studi tersebut membawa latar belakang keilmuan yang beragam dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan mengangkat tema pengembangan startup dan design thinking, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa teknik untuk melihat hubungan antara teknologi, kebutuhan pengguna, dan gagasan usaha. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya memahami persoalan sebelum merumuskan solusi, sehingga pengembangan ide memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada kebutuhan yang ingin dijawab.
Partisipasi dalam kegiatan internasional ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengembangan inovasi sekaligus memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan akademik di luar Indonesia. Keragaman latar belakang keilmuan para peserta juga menjadi bekal untuk melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang.
Melalui keikutsertaan dalam 2026 Global Startup Design Thinking Hackathon Day, mahasiswa STEI ITB diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepekaan terhadap kebutuhan pengguna. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan gagasan teknologi dalam pembelajaran maupun kegiatan inovasi selanjutnya.