{"id":8727,"date":"2019-08-06T09:02:46","date_gmt":"2019-08-06T02:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/?p=8727"},"modified":"2021-03-26T18:18:23","modified_gmt":"2021-03-26T11:18:23","slug":"inspiratif-dosen-senior-stei-itb-ahli-berwirausaha-di-bidang-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/inspiratif-dosen-senior-stei-itb-ahli-berwirausaha-di-bidang-teknologi\/","title":{"rendered":"Inspiratif, Dosen Senior STEI ITB Ahli Berwirausaha di Bidang Teknologi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika berbicara mengenai dunia wirausaha, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, kita memiliki kontrol penuh atas apa yang menjadi objek usaha. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi juga tak kalah besar. Pasalnya, kita juga harus mengatur pemasukan dan pengeluaran agar tidak merugi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tantangan ini tidak menghentikan semangat Pak Syarif untuk berwirausaha di bidang yang jarang disentuh oleh orang lain. Pria yang memiliki nama lengkap <a href=\"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/id\/sekilas\/staf-dosen\/syarif\/\">Dr. Ir. Syarif Hidayat<\/a> ini merupakan orang pertama di Indonesia yang menulis tesis doktoratnya mengenai petir. Menariknya, beliau sendiri saat ini lebih banyak menekuni aspek-aspek teknik dan bisnis dari penggelaran kabel laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSaya menganggap diri saya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">engineer.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Artinya, saya mengukur performa diri saya dari karya produk. Tapi produk itu gak harus selalu barang. Jadi bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> kebijakan. Nah, kebetulan saya sedang fokus di aspek-aspek memproduksi barang,\u201d jelas lelaki yang sudah menghasilkan berbagai produk dari tesisnya, seperti alat deteksi petir, alat proteksi petir, maupun alat uji petir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Produksi barang-barang teknologi itulah yang mengantarkan Pak Syarif pada dunia wirausaha. Keinginan ini lahir ketika beliau melihat masih belum banyak orang yang berani untuk terjun dan berbisnis di ranah ini. Salah satunya bisnisnya saat ini adalah penggelaran kabel listrik yang fenomenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKelihatannya lucu memang, ya. Saya sekolah sebagai putra Zeus, tapi malah menekuni profesi sebagai putra Poseidon,\u201d canda lelaki yang kini menjabat sebagai lektor kepala di ITB tersebut, \u201cKoneksinya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">blue ocean.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Saya menghargai diri sebagai pengembara. Jadi saya merambah hal-hal yang orang lain tidak berani, namun menurut akal sehat harusnya dikerjakan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Somebody get to do that.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beliau juga mengatakan bahwa untuk sukses menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">entrepreneur,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dibutuhkan dua syarat: yang pertama adalah keberanian untuk mengambil resiko, sementara yang kedua adalah sikap hidup positif untuk melihat peluang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pak Syarif kemudian bercerita bahwa paten pertama beliau sama sekali tidak memiliki hubungan dengan petir maupun kabel laut. Paten pertama beliau justru alat pembilas urinoir yang ramah lingkungan. Ini adalah salah satu usahanya yang masih menghasilkan hingga saat ini. \u201cBegitu pula ketika saya melihat persoalan kabel laut tidak ada yang berani, buat saya justru itu malah peluang (untuk berbisnis),\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain menekuni usaha penggelaran kabel laut, beliau saat ini juga sedang menjalankan usaha alat-alat listrik tegangan tinggi. Beliau menganggap bahwa bisnis-bisnis \u2018kelas berat\u2019 ini memiliki pesaing yang lebih sedikit, sehingga peluang untungnya juga lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cEnak kan bisnis kalau tidak punya saingan. Tapi ya itu tadi. Untuk bisa tidak punya saingan, kita harus berani merambah dunia berani yang menurut kita aman, tapi menurut pendapat orang lain tidak aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cApa yang ada di permukaan itu merupakan buah dari mimpi. Yang sangat kurang dari bangsa kita adalah bermimpi. Tidak ada yang berani bermimpi untuk menghasilkan sesuatu,\u201d ujar Pak Syarif ketika ditanya mengenai perbedaan antara Indonesia dan negara-negara maju di dunia menurut beliau.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKarena jika bicara soal sumber daya, sebenarnya kita setara. Yang kurang hanyalah mimpi bersama sebagai bangsa.\u201d<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika berbicara mengenai dunia wirausaha, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, kita memiliki kontrol penuh atas apa yang menjadi objek usaha. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi juga tak kalah besar. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8728,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[403,248,779,17],"tags":[998,1000,996,781],"class_list":["post-8727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-opini","category-dosen","category-kk-teknik-ketenagalistrikan","category-research-2","tag-ahli-petir","tag-arus-kuat","tag-penelitian-petir","tag-syarif-hidayat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}