{"id":11216,"date":"2021-03-15T10:39:23","date_gmt":"2021-03-15T03:39:23","guid":{"rendered":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/?p=11216"},"modified":"2021-03-30T10:44:13","modified_gmt":"2021-03-30T03:44:13","slug":"spirit-in-creation-vent-i-produk-inovasi-melawan-pandemi-covid19-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/redesign\/en\/spirit-in-creation-vent-i-produk-inovasi-melawan-pandemi-covid19-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Spirit in Creation: Vent-I, Produk Inovasi Melawan Pandemi Covid19 di Indonesia"},"content":{"rendered":"
\u201cSaya tidak bisa tinggal di rumah selama penguncian. Saya lebih memilih mati berdiri daripada mati berlutut.\u201d Itulah kata Dr. Syarif Hidayat, M.T., ketua tim Vent-I.<\/p>\n
Munculnya Vent-I berawal dari tantangan dan ancaman yang ditimbulkan oleh wabah SARS-Cov2 di Indonesia, pada awal tahun 2020, di mana kita sangat didorong untuk menarik diri secara sosial dan meminimalkan aktivitas di luar rumah.<\/p>\n
Salah satu tantangan utama selama pandemi Covid19 adalah peningkatan besar kasus Covid19 sementara pasokan logistik yang diperlukan untuk merawat pasien terbatas. Ini jelas merupakan bencana terutama bagi pasien yang parah dan kritis yang harus segera ditangani.<\/p>\n
Oleh karena itu, untuk mengatasi situasi tersebut, tim kecil yang awalnya beranggotakan Dr. Syarief Hidayat, Jam’ah Halid, S.Si. , M.Si., Ir. Hari Utomo dan Ir. Mipi Ananta Kusuma dibentuk pada tanggal 23 Maret 2020 untuk membuat ventilator dan mendapat sambutan yang baik dari berbagai pihak.<\/p>\n
Awal pengembangan vent-I ini awalnya didanai oleh Rumah Amal Salman (RAS), sebuah organisasi nirlaba Masjid Salman ITB, kemudian banyak dosen ITB, Profesor Tatacipta Dirgantara, Dr. Sandro Mihrasi, Dr. Sri Raharno , Profesor Trio Adiono dan Adi Indrayanto, Ph.D serta alumni ITB Ir. Hari Tjahjono memutuskan untuk bergabung dengan kelompok tersebut.<\/p>\n
Selain itu, proyek ini juga dilakukan oleh dokter dari berbagai bidang keahlian yaitu Dr. dr. Ike Sri Redjeki, Sp.AnKIC, KMN, M.Kes., Dr. Dadang Rukanta, Sp.OT., dr. Reza Widianto Sudjud, Sp.AnKIC, KAKV, M.Kes., Dr. Rully Herman Sitanggang, Sp.AnKIC, KAP, M.Kes untuk menjamin kualitas ventilator sesuai standar klinis.<\/p>\n
Pada akhirnya, rombongan melibatkan para profesional multidisiplin yang berasal dari tiga institusi, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, dan Masjid Salman Lembaga Pendiri ITB (YPM Salman ITB). Sesuai dengan visinya untuk memberdayakan masjid sebagai pusat peradaban, masjid Salman ITB telah disulap menjadi laboratorium tempat berlangsungnya pengembangan Ven-I.<\/p>\n
Vent-I, yang awalnya terbuat dari kotak plastik dan selang mesin cuci (Gbr. 1), kini menjelma menjadi produk berkualitas tinggi yang memenuhi persyaratan kesehatan yang ketat. Tim riset dan pengembangan melibatkan relawan mahasiswa lintas disiplin dari berbagai universitas, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Telkom University.<\/p>\n
Salah satu relawan, Ashari (ITB 2016) mengatakan, \u201cSaya mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga dengan melakukan penelitian di Vent-I karena saya bertemu dan bekerja dengan orang-orang dari berbagai latar belakang ilmu, baik sesama mahasiswa maupun staf pengajar dari universitas ternama. Juga, saya berterima kasih kepada orang tua saya karena telah memberi saya restu mereka untuk bergabung dengan tim ini. \u201d<\/p>\n
Melalui proses panjang pengujian produk yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Vent-I berhasil lulus tes pada 22 April 2020. Terlepas dari tugas yang melelahkan, kerja keras tim, didukung oleh pengawasan proaktif dari pihak berwenang, adalah kunci agar Vent-I mencapai standar yang ditetapkan oleh pemerintah tanpa mengurangi kualitasnya.<\/p>\n