Microlab Energy Menjadi Juara Pertama dalam Hackathon [RE]energize Indonesia dari New Energy Nexus

 958 total views,  13 views today

Tim Microlab Energy dengan anggota Michael Kresna (Teknik Elektro 2018) sebagai CEO, Iqbal Aditya (Teknik Tenaga Listrik 2017) sebagai COO, beserta Christopher Kennard (Teknik Industri 2018) sebagai CFO, dan Imam Sulistyo berhasil menjuarai sebuah hackathon yang diadakan oleh California-based Incubator, New Energy Nexus. Microlab Energy dan finalis lainnya mendapat kesempatan untuk presentasi langsung dihadapan Dirjen Kementerian ESDM dan EBTKE, Venture Capitalist, Angel Investors, dan juga akademisi.

Mengusung jargon [RE]energize Indonesia dengan tema energi pintar dan terbarukan, acara ini dirancang khusus untuk mengidentifikasi inovasi-inovasi energi pintar dan terbarukan demi membantu Indonesia beradaptasi dengan masa depan. Fokus yang diambil dalam kompetisi kali ini seputar bidang kesehatan dan produktivitas masyarakat. Acara ini dilaksanakan dari 20 September sampai dengan 22 November 2020, yang terdiri dari idea submission, crash course, hackathon, virtual mentoring dan pitch day. Berkenaan dengan bencana pandemic Covid-19, acara ini berlangsung secara virtual. Microlab Energy mengikuti kompetisi pada bidang produktivitas.

New Energy Nexus merupakan incubator/accelerator yang mendukung entrepreneur dan startup di bidang energi terbarukan. Organisasi nirlaba internasional ini mendukung wirausahawan energi bersih dengan dana, akselerator, dan jaringan. Organisasi ini berbasis di California dan juga menjalankan program di Cina, India, Asia Tenggara, dan Afrika Timur.

Sesuai dengan Namanya tim ini membuat produk yang disebut microlab. Microlab merupakan personalized smart microgrid yang mengadopsi decentralized renewable energy untuk mengoptimalkan biaya listrik, meningkatkan reliabilitas power plant dan juga mendigitalisasinya.

Berawal dari tingginya rasio elektrifikasi di Indonesia yang tinggi namun masih ada lebih dari 120.000 lebih desa di daerah 3T belum mendapat pasokan listrik yang baik. Selain itu tingginya biaya listrik di daerah isolasi yang tinggi membuat Microlab Energy fokus untuk membuat solusi yang bisa memberikan listrik selama 24 jam dengan harga yang terjangkau, terdigitalisasi dan tidak menyalahi regulasi pemerintah.

Meski acara yang diadakan oleh New Energy Nexus berskala nasional, namun ada pula peserta kompetisi yang berasal dari Australia, USA dan juga negara lainnya.

Juara 2 dan juara 3 pada kompetisi ini adalah tim E-rice dan tim Semesta Energi. E-rice beranggotakan analis dan firma konsultan yang fokus pada peningkatkan produktivitas petani dengan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Sedangkan tim Semesta Alam fokus pada layanan labotarium PCR keliling dengan basis tenaga surya.

Yang menarik adalah ketika tim Microlab Energy diundang langsung oleh oleh Kementerian ESDM untuk mengisi EBTKE CoNex 2020 sebagai startup undangan dan mempresentasikan idenya di depan Pak Sandiaga Uno dan beberapa juri lainnya.

Kepada tim Microlab Energy, selamat dan sukses telah mengharumkan nama STEI dan ITB. Semoga bias menjadi panutan untuk berpartisipasi dalam pengembangan energi terbarukan.