Bincang Riset Akademik STEI: Passive Radar, bersama Dr. Joko Suryana

Dalam era Electronic Warfare saat ini, Radar Pasif diklaim menjadi infrastruktur kritikal dalam perang modern karena kemampuannya beroperasi secara silent dan covert. Radar Pasif dapat mendeteksi keberadaan target musuh tanpa musuh mengetahui bila sedang diamat-amati. Dalam sistem radar pasif, tidak ada pemancar dan sebaliknya penerima menggunakan pemancar pihak ketiga di lingkungan, dan mengukur perbedaan waktu kedatangan antara sinyal tiba langsung dari pemancar dan sinyal tiba melalui refleksi dari objek. Radar pasif juga bisa menggunakan pancaran sinyal dari target itu sendiri seperti sinyal radar, sinyal komunikasi suara/data atau sinyal telemetri suatu target.

Dalam kegiatan Litbang bersama ITB-Balitbang Kemhan ini telah dikembangakn Sistem Passive Radar yang memiliki tiga fungsi utama yaitu Passive Coherent Location (PCL), Passive Emitter Tracking (PET) dan IFF/ADS-B receiver. PCL adalah fungsi deteksi target menggunakan sinyal referensi dari stasiun radio FM, stasiun TV dan BTS GSM. PET adalah fungsi untuk mengetahui lokasi sumber sinyal musuh dan target serta melakukan tracking posisi sumber sinyal musuh dan target. Teknik PET yang dikembangkan menggunakan dua basis Teknik yaitu Direction Finder dan Time Difference of Arrival Multilateration (TDOA-MLAT). Sedangkan IFF/ADS-B receiver berfungsi menerima sinyal IFF/ADS-B untuk kemudian dilakukan decoding dan penjejakan target. Hasil deteksi yang diperoleh dari tiga fungsi utama tersebut selanjutnya diproses dan digabungkan menjadi informasi yang ditampilkan oleh konsol dan display.

Acara ini diadakan secara daring lewat Zoom, pada hari Jumat, 6 November 2020. Publik dapat mengikuti acara ini. Untuk registrasi bisa melalui link: http://bit.ly/Passive-Radar_Reg .

Berita Terkait