Event Report – IEEETalk: How Will Autonomous Vehicle Transform Our New Capital?

Pada September 2020, IEEE ITB Student Branch mengadakan webinar pertama dalam rangkaian acara IEEETalk. Webinar berjudul “How Will Autonomous Vehicle Transform Our New Capital?” berlangsung pada hari Sabtu, 5 September 2020, pukul 19.30-21.25 WIB melalui platform ZOOM meeting yang dihadiri oleh 278 peserta, dan juga disiarkan langsung di kanal YouTube Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. Webinar ini diisi oleh narasumber ternama seperti Ir. Budi Karya Sumadi, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., Ms. Krithika Kandasamy, dan Prof. Suhono Harso Supangkat, M. Eng.

IEEETalk ini diawali dengan kata sambutan sebagai pembuka oleh Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring M.Eng. “Pemindahan ibukota akan membuka banyak kesempatan untuk Autonomous Electric Vehicle berkembang, sekaligus menyelesaikan masalah-masalah transportasi di Jakarta”, ujar wakil rektor bidang akademik ITB tersebut. Pembukaan kemudian dilanjutkan oleh Michael Kresna, selaku ketua IEEE ITB Student Branch yang berbicara mengenai alasan pemilihan topik Autonomous Electric Vehicle atau AEV, yaitu banyaknya keraguan yang menyelimuti efektivitas dan kemungkinan adanya AEV, tetapi IEEE ITB SB yakin bahwa AEV memiliki banyak peluang untuk dapat diimplementasikan di ibukota baru.

Selaku Menteri Perhubungan RI, Bapak Ir. Budi Karya Sumadi membuka topik pertama mengenai perencanaan sistem transportasi berbasis AEV di ibukota baru. “Mobilitas masa depan dengan teknologi Autonomous Electric Vehicle perlu diterapkan sebagai bagian dari sistem transportasi massa”, ucap Budi Karya. Beliau menekankan bahwa banyak aspek yang harus dipikirkan dalam perencanaan sistem transportasi suatu kota seperti keselamatan, regulasi, dan privasi. Di proyek ini, kementerian transportasi umum dapat bekerja sama dengan banyak perguruan tinggi dan industri. Menteri Perhubungan RI tersebut mengatakan bahwa pemerintah menerima segala masukan dari akademis, profesional, dan praktisioner dalam mendesain sistem transportasi berbasis AEV di ibukota baru.

Topik kedua mengenai ekosistem tanpa pengemudi di ibukota baru dibawakan oleh Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. Beliau menjelaskan bahwa ibukota baru nantinya akan memiliki sistem transportasi yang terintegrasi dan berbasis AEV. Bapak Hammam mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan dalam berbagai kesempatan mengenai rencana membangun sistem transportasi cerdas di ibukota baru. Kepala BPPT tersebut juga menginformasikan bahwa kementerian berusaha untuk membuat sistem transportasi ibukota baru aman, berekosistem AEV yang berkelanjutan, dan jalan yang modern.

Dilain sisi, bahasan yang berbeda mengenai mobilitas AEV dari segi teknologi dan bisnis dibawakan oleh Ms. Krithika Kandasamy. Beliau menjelaskan tentang proyek-proyek AEV oleh ST Engineering beserta visi mereka. Salah satu partisipan webinar bertanya bagaimana peluang bisnis AEV di Indonesia, “Spesifiknya bergantung pada cara pikir dan kebijakan setiap negara yang berbeda-beda. Sekali pemerintah mulai fokus dan detil dalam pengerjaannya, perlahan akan mulai lebih pasti dan menetap.” kata Krithika. Menurut Krithika, diluar machine learning, banyak peluang teknologi lain yang dapat diperdalam pada AEV, seperti deep learning dan cyber security yang akan menjadi kunci penting untuk diimplementasikan.

Dari ketiga topik diawal, Prof Suhono Harso Supangkat, M.Eng membawakan topik terakhir mengenai City Transformation and Autonomous Vehicle. Beliau menjelaskan definisi, model, dan mengintegrasikan AEV ke Smart Capital City. Menurut Prof Suhono, kita harus berusaha membangun sistem transportasi yang fleksible, dapat diandalkan, nyaman, efisien, dan intelijen. Ketika ada partisipan yang menanyakan bagaimana kesiapan AEV untuk diimplementasikan di kota-kota besar Indonesia, Prof. Suhono mengatakan “Indonesia belum siap. Kota-kota besar di Indonesia masih dalam proses dan perkembangan menuju smart city. Jangan harap AEV dapat menggantikan pengemudi high-end automotive dan mewujudkan driverless ecosystem dalam 10 tahun kedepan di kota-kota sekarang. Tetapi di ibukota baru, AEV lebih berpeluang besar untuk diimplementasikan”, ujarnya, sebagai jawaban penutup sesi QnA pada malam Sabtu, 5 September 2020 di acara IEEETalk.

Acara ini juga dapat ditonton kembali di channel Youtube STEI ITB.

Penulis : Sekar Nityasa dan Athaya Syaqra

Dokumentasi oleh IEEE Student Branch

Berita Terkait