Mahasiswa Informatika STEI Raih Medali Emas dalam International Mathematics Competition 2019

Lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung berhasil meraih prestasi dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) 2019 yang diselenggarakan di American University of Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria pada 28 Juli – 3 Agustus 2019. Mereka berhasil meraih dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali emas diraih oleh Farras Mohammad hibban Faddila (Informatika 2018) dan Muhammad Afifurahman (Matematika 2016). Sementara medali perak diraih oleh Adrian Ramanda (Teknik Kimia 2018) dan Rubio Gunawan (Matematika 2017). Lalu untuk medali perunggu diraih oleh Muhammad Rizki Fadillah (Matematika 2015).

Lima mahasiswa ITB tersebut merupakan peraih medali Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Para peraih medali ON-MIPA yang berjumlah 20 orang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu, harus diseleksi terlebih dahulu di Puncak, Bogor dari 13-16 Juni 2019. Hasil seleksi terpilihlah enam mahasiswa yang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi IMC 2019 dengan lima diantaranya dari ITB dan satu dari UI.

Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa diminta untuk menyelesaikan persoalan Matematika selama sepuluh soal yang dikerjakan selama dua hari. Dalam satu hari, mahasiswa diberi 5 soal dengan durasi 5 jam, setelah itu dewan juri langsung memeriksa lembar jawaban dan diumumkan rangking sementara hari itu juga.

Pada hari pertama, Farras yang merupakan salah satu tim Indonesia berhasil meraih posisi kelima dari ratusan peserta dari seluruh dunia. Meskipun pada hari kedua peringkat Farras mengalami penurunan, namun masih tetap berhasil meraih medali emas. “Pas tes dibawa asik aja, karena kalo sudah santai tesnya jadi lancar. Terus sebelumnya aku sudah menyiapkan materi terlebih dahulu,”ujar Farras.

Tim Indonesia sendiri secara kolektif berhasil menempati posisi ke-16 dari 77 tim yang ikut serta dalam IMC 2019. Farras menceritakan bahwa kompetisi IMC tidak hanya semata perlombaaan matematika saja, tetapi juga mempertemukan antar mahasiswa di seluruh dunia.

Selain perlombaan Matematika, di IMC 2019 juga berisi kegiatan lain seperti bermain sepakbola dan diskusi bersama sehingga bisa berkenalan dengan tim lain. Dalam kompetisi tersebut, pesertanya sebagian besar berasal dari negara-negara Eropa seperti Yunani, Swiss, Ceko, Israel, dan Rusia. “Tim dari Israel dan Rusia merupakan tim yang paling tangguh dalam kompetisi IMC 2019,” cerita Farras ketika ditemui Reporter Humas ITB pada Kamis (8/8/2019). Dalam wawancara tersebut Farras berpesan agar teman-teman mahasiswa lain dapat belajar dengan konsisten dan jangan malu bertanya kepada yang lebih ahli.

Selain Farras, Muhammad Afifurahman yang juga meraih medali emas memberikan kesan yang luar biasa terhadap acara tersebut. Selain bisa ikut lomba bergengsi, hal lain yang ia dapat ialah dapat belajar adat istiadat di negeri lain dan bisa mengenal bahasa baru. “Seru, bisa pertama kali jalan-jalan ke Eropa dan mewakili Indonesia. Keren sih karena bisa belajar adat istiadat di negeri orang, merasakan, mendengarkan bahasa lain hampir setiap hari,” ucap Afif.

Reporter: Deo Fernando (Kewirausahaan, 2018)

Berita Terkait