Dekan Pertama STEI ITB Prof. Adang Suwandi Ahmad Wafat

BANDUNG, itb.ac.id — Keluarga besar Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali berduka atas wafatnya Prof. Dr. Ir. Adang Suwandi Ahmad, Dr. Ing, DEA, Ir, IPU., Guru Besar pada Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Almarhum wafat pada Senin, 22 Juni 2019 sekitar pukul 00.56 WIB.

Sebelum disemayamkan, almarhum terlebih dulu disalatkan di Masjid Salman ITB dan untuk menghormati jasa-jasa dan pengabdian kepada ITB, dilakukan prosesi pelepasan jenazah di Aula Barat. Jenazah dikebumikan di TPU di Lembang, Jawa Barat.
“Seluruh keluarga besar ITB berduka, diiringi doa semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima segala amal bakti, jasa-jasa, serta pengabdian beliau yang telah disumbangkan, baik kepada institusi ITB maupun kepada masyarakat dan bangsa pada umumnya,” ujar Ketua Senat Akademik ITB Prof. Hermawan Kresno Dipojono mewakili rektor yang berhalangan hadir.
Dia menambahkan, sejarah telah mencatat bahwa almarhum adalah pribadi yang santun dan penuh hormat kepada siapapun baik kepada rekan sejawat, senior maupun yuniornya. Tercatat, sejumlah prestasi dan jasa serta bakti telah almarhum persembahan kepada ITB, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Selamat jalan bapak Prof. Adang Suwandi Ahmad, doa kami senantiasa bersamamu, semangat dan cita-citamu tetap bersama kami, yang akan dilanjutkan untuk memajukan institusi dan bangsa kami,” ucap Prof. Hermawan dalam sambutannya.
Pada acara pelepasan almarhum, Dekan STEI Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng., membacakan sekilas daftar riwayat hidup almarhum. Ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam dari seluruh keluarga besar STEI ITB atas berpulangnya almarhum. Prof. Adang tidak lain adalah Dekan STEI-ITB yang pertama, periode 2006-2010.
Lahir di Lembang, 3 November 1948 silam, almarhum lulus S1 dari ITB tahun 1976, kemudian melanjutkan S2 di Universite de Montpellier II lulus 1979 dan S3 Universite les Sciences et Technique du Lunyuecluc, Prancis lulus tahun 1981.
Semasa hidup, sejumlah penghargaan pernah diraih yaitu Penghargaan Satyalancana Karya Satya (SLKS) dari mulai 10 tahun, 20 tahun dan 30 Tahun, dan Penghargaan 35 Tahun ITB, dan Penghargaan 25 Tahun ITB. Beliau pensiun dari tugasnya di ITB pada tahun 2018.
Penyampaian ucapan duka dari keluarga almarhum diwakili oleh Tatang Sumanata. Ia yang tidak lain adalah kakak almarhum mengucapkan permohonan maaf kepada sahabat dan murid adiknya di ITB jika semasa hidup ada hal yang kurang berkenan dari almarhum dalam kegiatan sehari-hari maupun saat mengajar.
“Terima kasih kepada rektor dan rekan rekan yang menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran,” ujarnya.

Berita Terkait