Smart Headlight System, Lampu Mobil yang Bergerak Otomatis Mengikuti Belokan

Satu lagi karya tugas akhir mahasiswa prodi teknik elektro ITB yang patut diapresiasi. Nama karya atau produk ini adalah Smart Headlight System, sebuah lampu mobil adaptif yang mampu secara otomatis mengikuti arah tikungan dan otomatis mengatur lampu jauh-dekat.
Tiga mahasiswa yang menciptakannya adalah Reinard Nathanael (22), Eggy Bond Ompusunggu (23), dan Muhamad Abduh Taufan (22). “Ini adalah lampu mobil adaptif sama perilaku mobil dan kondisi di depan mobil. Kalau lagi belok lampunya bergerak ke arah belokannya. Tapi batas gerakan lampunya adalah 20 derajat,” kata Reinard saat ditemui Tribun Jabar di even EEDays 2018 di Aula Timur ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu (23/5/2018). “Selain itu lampu ini juga otomatis beralih ke lampu jauh atau lampu dekat. Beralih ke lampu dekat kalau ada mobil di depan.”
Reinhard mengatakan, terdapat beberapa komponen penting mengapa Smart Headlight System bisa otomatis bergerak dan mengatur dirinya sendiri.
“Untuk menggerakannya menggunakan motor servo. Motor ini bisa dikontrol arahnya jadi berapa derajat untuk menggerakan lampunya. Di dalamnya juga kami menggunakan gyroscope (sebagai sensornya),” ujarnya. “Untuk mendeteksi adanya mobil di depan, itu menggunakan sensor seperti kamera. Yang diproses cahaya tapi diambil kamera. Kalau cahaya mobil akan terdeteksi, kalau lampu biasa enggak akan terdeteksi. Jadi, kalau ada lampu mobil di depan, maka lampu mobil kita akan turun jadi lampu dekat secara otomatis.”
Ide membuat Smart Headlight System, kata Reinhard, berawal dari banyaknya kondisi tikungan di Indonesia yang gelap dan kadang tikungannya tajam. Jadi, lampu mobil biasa, tak akan bisa menerangi secara optimal tikungan itu karena cahaya lampunya hanya bersinar lurus. Selain itu, ide membuat Smart Headlight System juga berasal dari banyaknya pengemudi yang terganggu dengan lampu jauh mobil di depannya yang kadang menyilaukan mata.
“Harapan kami semua mobil pakai lampu adaptif seperti ini. Karena banyak pengemudi pakai lampu jauh sembarangan, menyilaukan orang. Selain itu, bahaya tikungan, misal tikungan di gunung yang gelap, juga harus diatasi,” ujar Reinhard.
Sayangnya, Smart Headlight System masih berupa prototipe. Reinhard mengatakan, proyeknya masih perlu pengembangan lebih lanjut agar bisa diaplikasikan di mobil.
“Walaupun, misalnya, nanti akan dikembangkan lebih lanjut, kami tetap berpegang pada komitmen awal, ingin membuat lampu adaptif dengan harga terjangkau. Ini saja biaya pengembangannya sekitar Rp 3 juta,” kata Reinhard.
Di lokasi even, Smart Headlight System dipamerkan di stan. Lampu adaptif ini terlihat ditempatkan di depan sebuah meja. Di belakang lampu yang menyala terang, terdapat motor servo yang ditutupi penutup berwarna hitam. Beberapa kabel tampak menyambung ke sebuah kotak di bawah kedua lampu itu.
Karena tampilannya yang cukup mencolok, sejumlah pengunjung even melihat-lihat penampakan lampu adaptif ini. Layar monitor berisi video penjelasan Smart Headlight System turut ditampilkan agar pengunjung bisa memahami fungsinya.
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Seli Andina Miranti

Berita Terkait