Perahu Nelayan Bertenaga Surya Antarkan Mahasiswa ITB ke Singapura

BANDUNG, itb.ac.id – Tim Elvish ITB yang diketuai oleh Azmi Roqi berhasil lolos ke 16 besar, mengungguli 31 tim dari 12 negara dalam ajang Young Social Entrepreneurs (YSE) yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF) pada Rabu (21/03/2018) sampai dengan Sabtu (24/03/2018), setelah sebelumnya dinyatakan lolos seleksi proposal pada pertengahan Februari 2018.

Penelitian ini bermula dari keprihatinan lima mahasiswa ITB jurusan Elektronika 2013 yaitu Azmi Roqi, Irham Mulkan Rodiana, Ali Zaenal Abidin, Rama Wardhana, dan Ahmad Zaki H. terhadap kehidupan nelayan di Cidaun, Cianjur, Jawa Barat. Dari hasil observasinya, mereka menemukan bahwa sekitar 90% hasil yang diperoleh dari penangkapan ikan digunakan kembali untuk membeli kebutuhan bahan bakar selama berlayar. Belum lagi jika harga bahan bakar naik, maka keuntungan yang diperoleh nelayan akan semakin sedikit. Maka dari itu, mereka menggagas ide perahu nelayan bertenaga surya sebagai alternatif perahu nelayan konservatif yang berbahan bakar solar.

Dengan bimbingan dari dari Ir. Arief Syaichu Rohman, MEngSc, Ph.D —dosen STEI yang telah berpengalaman dalam mengembangkan mobil listrik ITB— tim Elvish mengerjakan prototype perahu nelayan bertenaga surya tersebut. Tak hanya dari segi teknis, beliau juga memberikan arahan-arahan terkait tata kelola perahu ini ika sudah jadi nantinya. Pengerjaan prototype dapat terlaksana karena didukung pula oleh fasilitas labolatorium ITB yang menunjang.

Untuk merealisasikan produk yang masih berupa prototype menjadi perahu nelayan bertenaga surya sesungguhnya memang diperlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, tim Elvish mengikutkan proyek mereka ini dalam ajang Young Social Entrepreneurs (YSE) 2018 yang diadakan di Singapura.

Ketika diwawancarai, mereka mengaku menemui beberapa kendala dalam pengerjaannya seperti hal-hal yang sifatnya teknis. Tetapi hal tersebut dapat teratasi dengan motivasi kuat untuk memperbaiki taraf hidup nelayan indonesia. “Kita ingin melihat kehidupan nelayan-nelayan itu berubah,” ucap azmi ketika ditanya output terbesar yang diharapkan dari proyek ini. Dukungan untuk tim Elvish pun datang dari pihak nelayan sendiri. “Mereka sangat welcome dengan teknologi ini. Perhimpunan Nelayan juga bersedia mengetes kalau ada produk yang jadi. Dan kalau tesnya sudah, mereka akan memanggil nelayan-nelayan dari seluruh pelosok Jawa barat untuk mensosialisasikan.”

Tak hanya bertenaga surya, proyek kapal nelayan yang digagas tim Elvish ini juga nantinya akan dilengkapi sistem navigasi yang lebih canggih dan sistem refrigerasi untuk tempat penyimpanan ikan yang telah ditangkap agar tetap terjaga kesegarannya.

Oktober mendatang, tim Elvish akan kembali bertanding untuk memperebutkan posisi 6 besar dan dana hibah sebesar sebesar 20.000 SGD.

Penulis: Karimatukhoirin (Teknik Industri 2016), Reporter Kantor Berita ITB

Berita Terkait