Bukalapak Segera Bangun Pusat Riset Terbesar di Bandung

ahmadzaky

Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang juga alumni Teknik Informatika STEI ITB

Jakarta, CNN Indonesia — Bukalapak akan membangun pusat riset terbesar di Bandung pada pertengahan tahun ini. Pusat riset tersebut nantinya akan menggodok berbagai teknologi baru mulai dari drone, blockchain, augmented reality (AR), hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

CEO Bukalapak Achmad Zaky mengungkapkan salah satu alasan pemilihan kota Bandung sebagai lokasi pusat riset tak lepas dari riwayat studinya. Zaky pernah mengenyam pendidikan strata satu jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2004 silam.

Namun, alasan terbesar penempatan pusat riset teknologi di Bandung karena banyaknya kampus yang berfokus pada studi teknologi. Jumlah tersebut menurut Zaky lebih banyak jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. “Kalau bicara teknologi ya di Bandung. Ada ITB, Itenas, Telkom Bandung, Unpar. Bahkan Jakarta kalah,” kata Zaky dalam konferensi pers ulang tahun ke-8 Bukalapak di bilangan Kuningan, Rabu (10/1).

Sejalan dengan rencana tersebut, Bukalapak sudah melibatkan beberapa kampus beserta para dosen dan dekan yang bergerak dalam bidang teknologi di Bandung. Zaky pun mengaku telah berdiskusi dengan Walikota Bandung untuk membahas potensi penerapan kota pintar.

Hingga saat ini, proses pembangunan pusat riset Bukalapak masih dalam tahap bujet dan pencarian lahan. Zaky enggan menyebut lokasi pusat riset tersebut akan dibangun.

Namun, rencananya fasilitas tersebut akan berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Zaky pun masih enggan mengungkapkan nilai investasi yang akan dikucurkan.

Zaky memproyeksikan 30 persen hingga 50 persen engineer activity Bukalapak akan berasal dari fasilitas milik mereka. Secara kuantitas, Bukalapak menargetkan akan merekrut 200 talenta lokal melalui pusat riset tersebut.

“Kami ingin membangun research center terbesar di Bandung dan mudah-mudahan itu jadi komitmen kami mengembangkan talenta lokal sekaligus memajukan industri dalam negeri,” imbuh Zaky.

Pusat riset tersebut bakal meneliti dan mengembangkan teknologi baru yang secara umum belum banyak mendapat tempat di Indonesia, seperti Internet of Things (IoT), drone delivery, blockchain, AI, dan AR. Bukalapak tidak menjelaskan khusus bagaimana penerapan teknologi itu di layanan mereka saat ini. Sebelumnya, Bukalapak sudah memiliki kantor di Bandung yang dihuni 20 karyawannya.

Namun dengan adanya pengembangan pusat riset, mereka akan memusatkan seluruh kegiatan penelitiannya di sana pada pertengahan tahun ini. (by age via cnnindonesia)

Berita Terkait