Tiga Mahasiswa ITB Ciptakan Metode Penguatan Beton dengan Memanfaatkan Kaleng Aluminium Bekas

BANDUNG, itb.ac.id — Tiga mahasiswa ITB berhasil menciptakan Metode Kalton (Kaleng – Aluminium – Beton), yaitu inovasi penguatan beton dengan kaleng-kaleng aluminium bekas. Beberapa peningkatan yang dilakukan oleh metode tersebut adalah ketahanan dinding beton terhadap ledakan dan penyerapan energi mekanik (impak). Ketiga mahasiswa pembuat Metode Kalton tersebut adalah Jery Octavianus (Sistem dan Teknologi Informasi 2015), Agung Pratama (Teknik Elektro 2015), dan Berri Dwi Putra (Teknik Kimia 2015). Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan dosen dari Teknik Sumber Daya Air, yaitu Dr. Ir. Agung Wiyono Hadi Soeharno M.Eng.

Penelitian Metode Kalton

Metode Kalton adalah metode penguatan yang menyerupai dengan konsep aluminium foam, terutama dari segi bahan aluminium dan penerapan rongga udara di bagian dalamnya. Dalam Metode Kalton, kaleng-kaleng aluminium bekas digunakan sebagai substitusi dari bahan aluminium dan disusun sedemikian rupa di dalam beton, sehingga tersedia rongga udara dalam dinding beton.

Selama proses penelitian, produk beton yang digunakan memiliki spesifikasi ukuran 60 cm x 60 cm x 18 cm. Sampel dalam penelitian diberi perlakuan yang berbeda untuk mencari data mengenai kekuatan dan kemampuan serap energi mekanik (impak) masing-masing sampel. Sampel-sampel tersebut juga dipisah ke dalam dua grup, yaitu grup kontrol dan grup eksperimen, dengan jumlah masing-masing empat sampel.

Grup kontrol adalah grup sampel beton yang tidak diperkuat dengan kaleng aluminium. Berikut ini adalah kriteria sampel yang dimiliki oleh grup kontrol: sampel 1A (diperkuat dengan kerangka besi dan steel fibre), sampel 2A (diperkuat kerangka besi), sampel 3A (diperkuat steel fibre), dan sampel 4A (beton biasa). Sedangkan, grup eksperimen adalah grup sampel beton yang mengalami penguatan dengan Metode Kalton. Empat sampel beton yang ada di grup eksperimen adalah sampel 1B (diperkuat kerangka besi, steel fibre, dan kaleng aluminium), sampel 2B (diperkuat kerangka besi dan kaleng aluminium), sampel 3B (diperkuat steel fibre dan kaleng aluminium), dan sampel 4B (diperkuat kaleng aluminium).

Kemudian, kedua grup menjalani uji tekan dan tes impak. Uji tekan dilakukan untuk mengetahui besar tekanan yang bisa diterima oleh sampel, sedangkan tes impak diadakan untuk menghitung jumlah energi yang dapat diserap oleh sampel. Dari data hasil uji tekan dan tes impak pada kedua grup tersebut, maka disimpulkan bahwa pemberian kaleng aluminium untuk membuat rongga udara dalam beton meningkatkan kemampuan beton untuk menahan tekanan dan menyerap energi mekanik.

Potensi Metode Kalton

Beberapa keunggulan dapat dicapai Metode Kalton lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional yang biasa dipakai. Salah satu keunggulannya adalah eco-friendly, karena Metode Kalton memanfaatkan kaleng-kaleng aluminium bekas yang biasa dibuang sebagai sampah sebagai pengganti bahan aluminium. Selain itu, Metode Kalton juga memakan biaya yang lebih sedikit karena penggunaan kaleng aluminium bekas mengurangi volume semen, pasir, dan kerikil dalam beton. Beton yang menggunakan metode ini juga lebih ringan dan menyerap lebih banyak energi mekanik (impak).

Penemuan Metode Kalton tersebut merupakan terobosan baru, karena belum pernah ada aplikasi metode yang menyerupai Metode Kalton pada pembangunan gedung-gedung di Indonesia. Hal ini membuat Metode Kalton berpotensi untuk dipatenkan. Ditambah lagi, Metode Kalton berhasil menawarkan penguatan lebih dan penyerapan energi mekanik yang lebih besar. Metode ini dapat dikomersilkan sebagai pilihan alternatif untuk memenuhi kebutuhan beton yang sedang meningkat di Indonesia.

 

Sumber: ITB

Berita Terkait