Ekskursi Teknik Telekomunikasi ke Singapura

Setelah mengatur berbagai hal yang diperlukan selama lebih dari satu semester, akhirnya mahasiswa Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2013 sukses melaksanakan kegiatan Ekskursi. Acara ini diketuai oleh Laras Adhianti, beserta panitia dari mahasiswa yang mengusahakan mulai dari mengatur kegiatan serta pendanaan. Acara ini juga didukung oleh para dosen, terutama Bapak Rifqy Hakimi selaku dosen pendamping. Acara ini telah menjadi acara tahunan Teknik Telekomunikasi sejak dua tahun yang lalu. Tujuan utamanya adalah untuk memperbesar pengetahuan mahasiswa tentang kesempatan kerja yang berkaitan dengan program studinya, dan kondisi di tempat tujuan ekskursi, sehingga mahasiswa dapat melakukan perbandingan dan membuat inovasi untuk negara Indonesia.

Tujuan ekskursi kali ini adalah Singapura. Bukan hanya karena itu adalah negara paling dekat dari Indonesia. Alasan utamanya adalah karena negara ini sangat peduli tentang perkembangan teknologi dan infrastruktur dalam bidang dalam telekomunikasi, mengusung visinya untuk menjadi smart nation. Ada banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang Telekomunikasi serta terdapat dua universitas yang masuk ke dalam 20 Universitas terbaik dunia (berdasarkan QS University Ranking). Ekskursi ini diadakan selama enam hari, mulai dari tanggal 9 Januari sampai 14 Januari 2017.

Hari pertama kami digunakan untuk mengunjungi pameran di Esplanade Junction, iExperience. Pameran ini menunjukkan segala teknologi terbaru yang menjadikan Singapura sebagai Smart Nation. Beberapa contohnya adalah implementasi Internet of Things dalam bentuk Smart Home, Smart Traffic, Smart Health, serta Big Data Analytics. Semua teknologi tersebut dilengkap dengan user interface yang menarik serta mudah digunakan. Tamu-tamu dapat mencobanya secara gratis. Pemerintah menyadari bahwa Smart Nation dengan teknologi tinggi hanya diketahui oleh kalangan terbatas, maka mereka memutuskan untuk membuat iExperience di tengah-tengah food court untuk memperkenalkan konsep Smart Nation kepada penduduk.



Hari berikutnya, kami mengunjungi Xtremax. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam membuat dan mengembangkan website untuk pemerintah Singapura. Sejak tahun 2003, mereka membangun pusat pengembangan di Bandung, Indonesia. Bahkan kantor Bandung memiliki jumlah karyawan lebih banyak daripada yang ada di Singapura. Kebanyakan karyawan di Indonesia adalah alumni dari STEI-ITB. Kantor pusat di Singapura memfokuskan diri dalam menjalankan bisnis, sementara kantor Bandung berfokus pada bidang engineering. Lulusan Teknik Telekomunikasi memiliki kesempatan besar untuk menempati fasilitas manajemen dan divisi intrastruktur, seperti memegang data center dan cloud computing.

Pada hari ketiga, kami mengunjungi MyRepublic, satu dari perusahaan ISP (Internet Service Provider) terbaik. Perusahaan seperti ini juga disebut sebagai thin operator, yang berarti perusahaan ini tidak menghabiskan banyak biaya untuk beroperasi. Terdapat tiga lapis bisnis yang diberikan MyRepublic: Retail (menjalankan distribusi, produk, dan brand), Active (menjalankan operasional dan teknologi), serta passive (Fiber Optic Packaging). Semua lapisan tersebut akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman, terkecuali Passive Layer, karena pengembangannya tidak berjalan dengan cepat. MyRepublic menjadi perusahaan jaringan broadband nasional di Singapura, serta memperluas bisnisnya ke New Zealand, Australia, serta Indonesia.

Tujuan berikutnya adalah National University of Singapore (NUS). NUS adalah universitas terbaik di Asia dan berada dalam urutan 14 ranking universitas terbaik dunia. Kunjungan kami bertepatan dengan minggu pertama tahun ajaran, sehingga fakultas tidak dapat menyambut kami secara resmi. Beruntung, Pak Ridho, yang merupakan alumni STEI ITB dan sekarang dipromosikan untuk gelar doktor di NUS, berkenan mendampingi kami berkeliling. Kami diajak mengunjungi Fakultas Elektro dan Teknik Komputer, serta UTown. UTown adalah tempat pusat kegiatan mahasiswa berada, seperti asrama, klub, tempat makan, dan fasilitas lainnya.

Di hari berikutnya, kami meneruskan kunjungan ke dua perusahaan dan satu universitas. Perusahaan pertama adalah Indosat Singapore Pte. Ltd. (ISPL), Operator Telekomunikasi dari Indonesia yang melayani internasional. Semua karyawan berasal dari Indonesia. Mereka menyambut kami dengan hangat dan menjelaskan profil perusahaan dalam bidang engineering dan sektor bisnis secara mendalam. Perusahaan ini diakuisisi oleh Ooredoo Asia PTe. Ltd., namun pemerintah Indonesia masih berkontribusi dalam 14,29% saham ISPL. Ada beberapa layanan ISPL seperti jaringan telekomunikasi bisnis, industri video dan media, e-commerce, apps, games, dan perdagangan grosir. Karena ada keterbatasan tempat, hanya 7 mahasiswa yang diperkenankan mengunjungi kantor.

Perusahaan berikutnya adalah PCI Limited. Perusahaan ini menjalankan manufaktur teknologi global. Kantor utamanya berada di Singapura dan pabriknya berada di Batam, Indonesia, serta Shanghai, Cina. PCI berfokus pada membantu klien untuk membangun dan memasarkan produk mereka secara efisien dengan harga kompetitif. Mereka mendesain, memberikan komponen elektrik yang dibutuhkan, mengatur rantai suplai, dan melayani logistik. PCI pun menandatangani perjanjian dengan Program Studi Teknik Telekomunikasi untuk meningkatkan kerja sama, seperti memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk melakukan magang di perusahaannya.

Kunjungan terakhir di hari keempat adalah Nanyang Technological University yang terletak di Singapura barat. Universitas ini memiliki ranking satu tingkat di bawah NUS. NTU memberikan pendidikan terbaik terutama dalam bidang Engineering. NTU juga memberikan beasiswa penelitian bagi yang berminat melakukan riset dan lulus sebagai Ph.D, meskipun mereka adalah lulusan S1. Tidak perlu mengambil master lebih dulu. Kami disambut resmi oleh pihak NTU, dan mengunjungi tiga laboratorium. Laboratorium tersebut adalah Satellite Research Center (SaRC), Media Technology, dan Robotics. Lingkungan risetnya pun sangat baik. Universitas memberikan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, juga dosen yang memimpin riset tersebut. Di SaRC, NTU mendesain, membangun, dan meluncurkan satelit. Contoh satelit yang dibangun oleh SaRC adalah XSAT, pico-satellite, dan nano-satellite. Di Lab Media Technology, mahasiswa membuat Hand gesture recognition dengan depth sensor. Laboratorium terakhir, Lab Robotika, memperlihatkan kami beberapa proyeknya, di antaranya robot untuk penanggulangan bencana.

Akhirnya, kami tiba pada hari terakhir kami di Singapura. Hari terakhir dihabiskan dengan berkumpul di Universal Studio Singapura. Ya, “Gathering” hanyalah judul resmi. Setelah menghabiskan waktu untuk berkunjung ke universitas dan perusahaan, hari itu adalah hari kami bersenang-senang. Ekskursi ini tidak hanya memperluas pengetahuan kami tentang kesempatan kerja di dalam bidang telekomunikasi, tapi juga menambah pengalaman kami tentang kondisi di luar negeri. Dengan mengatur acara ini pula, kami belajar untuk mengatur berbagai hal seperti mencari sponsor, menghubungi perusahaan, mempersiapkan akomodasi serta tetap menjaga kegiaran akademik (karena kegiatan ekskursi ini cukup menghabiskan waktu dan pikiran). Tetapi, acara ini sungguhlah merupakan pengalaman berharga yang tidak dapat digantikan oleh apa pun. Terima kasih untuk semua pihak yang mensponsori dan mendukung acara ini. Pada akhirnya, memilih Teknik Telekomunikasi sebagai program studi tidak akan pernah salah! Pengalaman yang didapatkan sangatlah banyak.

Teks Bahasa Inggris: Laras Adhianti
Terjemah: Mega Aulia Insani

Berita Terkait