KK BME Kembangkan Sistem Tele EKG

Kelompok Keahlian Biomedical Engineering STEI ITB (KK BME) bekerja sama dengan pihak Ambulans Gawat Darurat (AGD 118) dan PT. Tesena saat ini sedang mengembangkan perangkat Tele EKG, yaitu perangkat yang mampu mengirimkan sinyal EKG dari pasien yang berada dalam ambulans secara real-time ke rumah sakit dan dokter. Perangkat ini sangat dibutuhkan pada kondisi gawat darurat, dimana pasien membutuhkan konsultasi dan layanan dokter sesegera mungkin.

tele-ekgSinyal EKG pasien, posisi ambulans dan foto kondisi pasien di ambulans dikirimkan secara digital ke rumah sakit dan dokter. Selain sinyal EKG, posisi ambulans dalam perjalanan yang diperoleh dengan GPS dan foto kondisi pasien juga dikirimkan secara bersamaan, agar pihak rumah sakit dapat memperkirakan waktu kedatangan ambulans dan dokter dapat memantau kondisi pasien secara real-time melalui foto yang dikirimkan.Selain itu, rumah sakit penerima dapat menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan pasien dan dokter dapat segera memberikan instruksi tindakan ataupun penanganan yang perlu dilakukan oleh petugas ambulans.

Terobosan ini adalah bagian dari kegiatan riset KK BME yang  bertema ‘Menghadirkan kepakaran (dokter) pada waktu dan tempat yang dibutuhkan’.

Dalam uji coba pertama tanggal 4 Pebruari 2016 di Bandung, sinyal EKG dari ambulans (yang dikendarai mengitari daerah perkotaan Bandung) dikirimkan dan dipantau oleh dokter yang berada di kampus ITB.Semua pihak yang terlibat merasa puas dengan hasil yang diperoleh dan bersepakat bahwa pada akhir bulan Pebruari 2016 ini, uji coba ini akan diulang kembali didepan Menteri Kesehatan di Jakarta.

Perangkat EKG yang digunakan pada sistem ini adalah buatan PT. Tesena yang juga merupakan hasil desain dari KK BME. Pengembangan selanjutnya dari uji coba ini adalah merumuskan model bisnis dan mengintegrasikan kepentingan pihak pengguna yaitu rumah sakit, dokter dan ambulans.

Berita Terkait