RI-Korea Selatan Harus Sama Kuat Dalam Cyber Security

Executive Director KOICA-ITB Cyber Security Center, Ir. Yudi Satria Gondokaryono, M.Sc, Ph.D mengatakan, kerjasama Cyber Security ini untuk meningkatkan kapabilitas Korea-Indonesia dalam teknologi security.

Resize of IMG_1454
“Sebetulnya masalah yang kita hadapi bersama dengan Korea itu masalah kegiatan ekonomi yang pastinya menggunakan tekologi informasi (TI). Untuk itu jika kita mau berpartnership, security-nya harus sama-sama kuat. Makanya pemerintah Korea ingin kerjasama dengan kita untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan di bidang IT Security ini,” terang  Ir. Yudi Satria Gondokaryono, M.Sc, Ph.D kepada Mang Bale di KOICA-ITB Cyber Security Center, Kampus ITB Jatinangor, Jumat (6/2/15).

Karena itu pemerintah Korea membantu Indonesia dalam hal infrastrukturnya seperti bantuan pengadaan gedung KOICA-ITB  Cyber Security Center beserta isinya, termasuk sarana transportasi untuk siswa dan mahasiswa untuk menuju ke kampus ITB Jatinangor di mana Cyber Security Center berdiri.

Ir. Yudi Satria Gondokaryono, M.Sc, Ph.D  pun menyatakan SDM Indonesia di bidang cyber security cukup mumpuni dan diakui kualitasnya. “Kalau soal kuantituas kita memang masih minim, karena itulah Cyber Security ini didirikan untuk menambah kuantitas ahli-ahli security yang banyak dibutuhkan baik oleh kalangan perusahaan swasta, industri, maupun pemerintahan kalau saja suatu saat kita diserang dari luar cyber security-nya,.” kata dia.

Ir. Yudi Satria Gondokaryono, M.Sc, Ph.D  membenarkan jika pemerintah membutuhkan ribuan ahli security untuk menjaga atau meng-cover semua aspek terkait aset vital negara seperti perbankan, PLN, BUMN dan aset vital lainnya. “Karena itu pembentukan Badan Security Nasional memang diperlukan sebagai wadah koordinasi jika suatu waktu negara kita mendapat serangan cyber security dari luar,” tandas Ir. Yudi Satria Gondokaryono, M.Sc, Ph.D.

Selanjutnya Indonesia Deputy Resident Representative KOICA Indonesia, Lee Young In menjelaskan bahwa Indonesia merupakan potensi yang sangat besar dengan sumber daya manusia yang sangat baik di bidang cyber security. Hanya saja mungkin dari sisi infrastrukturnya masih perlu ditingkatkan lagi,” ungkap Deputy Resident Representative KOICA Indonesia, Lee Young In kepada Mang Bale di KOICA-ITB Cyber Security Center, Kampus ITB Jatinangor, Jumat (6/2/15).
Resize of IMG_1448

Lee menambahkan kerjasama cyber security Korsel-RI ini bisa menjadikan kedua negara sama-sama kuat di bidang cyber security guna menghadapi dan mengantisipasi ancaman global keamanan dunia maya.

“Kami memilih ITB karena memang merupakan perguruan tinggi yang top di Indonesia terutama dari sisi teknologinya sehingga kami pun bisa melakukan studi banding agar bisa sama-sama kuat dalam menghadapi masalah security terbaru,” imbuh Lee.

Pihaknya berharap ke depan kerjasama Korsel-RI di bidang security bisa lebih komprehensif lagi untuk bertukar pengalaman dan transfer of knowledge.

Resize of IMG_1517

Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama antara Prof. Dr. Suwarno selaku Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika dengan Wakil Rektor Bidang Riset dan Penelitian Prof. Dr. Bambang Riyanto Trilaksono, dan dari KOICA

Sumber: balebandung.com

Berita Terkait