International Conference on Data & Software Engineering

Kelompok Keilmuan Rekayasa Perangkat Lunak dan Data (KK RPLD)
Institut Teknologi Bandung selenggarakan
International Conference on Data and Software Engineering 2014

 

Dalam rangka pengembangan dan diseminasi ilmu-ilmu keinformatikaan di Indonesia dan dunia pada umumnya, khususnya di bidang rekayasa perangkat lunak dan data, Kelompok Keilmuan Rekayasa Perangkat Lunak dan Data, Institut Teknologi Bandung (KK-RPLD ITB) menyelenggarakan acara konferensi internasional bertajuk “International Conference on Data and Software Engineering 2014” atau disingkat ICoDSE 2014 pada tanggal 26-27 November 2014, bertempat di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 4013.

ICoDSE 2014 dimaksudkan sebagai ajang berkumpulnya para peneliti dan profesional dalam bidang rekayasa perangkat lunak dan data untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil dan keluaran dari riset kualitas tinggi dalam bidang yang berkaitan. ICoDSE 2014 bertujuan untuk memfasilitasi ide-ide yang multidisiplin dalam bidang rekayasa perangkat lunak dan data, sehingga mampu meningkatkan integrasi riset-riset dan pengembangan dalam ranah yang bersangkutan.

Dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni (WRKMA), Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., Ph.D, ICoDSE menghadirkan 3 pembicara utama dari 3 negara yaitu Indonesia, Austria, dan Australia. Adi Sasono dari Coop Indonesia bertindak sebagai pembicara pertama dengan tema “Information is Power: for What and for Whom”, setelah sebelumnya menandatangi Memorandum of Understanding antara Coop Indonesia dengan ITB. Acara dilanjutkan dengan pembicara utama selanjutnya dari Johannes Kepler University of Linz, Austria, Prof. Josef Küng, yang membawakan topik “Trends and Techniques in Big Data Research”. Di hari kedua, dihadirkan pembicara utama dari La Trobe University, Australia, Dr. Richard Lai, yang membawakan topik “Educating Students for Advancing Software Engineering Practices and Researches”.

Selain ketiga pembicara utama tadi, juga hadir presenter-presenter dari 68 makalah yang telah diterima oleh panitia ICoDSE 2014 setelah mengalami proses review yang ketat dari 130 makalah yang dikirimkan oleh peserta-peserta dari berbagai negara, antara lain, India, Malaysia, Inggris, Czech Republic, Austria, Belgia, Inggris, Bangladesh, dan dari Indonesia sendiri.

Di samping acara utama berupa konferensi internasional, ICoDSE 2014 juga menghadirkan sesi khusus untuk mahasiswa-mahasiswa S3 di bidang rekayasa perangkat lunak dan data yang belajar untuk melakukan riset dan mengembangkan jaringan keilmuan, melalui acara International Doctoral Symposium on Data and Software Engineering (IDoDSE 2014). Acara Doctoral Symposium ini dihadiri oleh 13 mahasiswa pascasarjana dari dalam negeri yang mempresentasikan proposal dan hasil riset mereka melalui poster dan presentasi, serta mendapatkan kesempatan untuk memperoleh masukan-masukan dari pakar-pakar di bidang rekayasa perangkat lunak dan data untuk pengembangan riset lebih lanjut dalam lingkup internasional.

Ketua umum ICoDSE 2014, Dr. Bayu Hendradjaya mengatakan bahwa Kelompok Keilmuan Rekayasa Perangkat Lunak dan Data ITB melalui ajang konferensi ini bermaksud untuk mengembangkan keilmuan di bidang rekayasa perangkat lunak dan data ke tingkat internasional, dengan ITB sebagai motor penggeraknya. Dr. Bayu menambahkan bahwa KK RPLD juga siap dalam upaya-upaya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam rangka pengolahan data dan pengembangan perangkat lunak dalam bidang maritim, pangan, dan energi.

ICoDSE ini terselenggara berkat kerjasama antara Kelompok Keilmuan Rekayasa Perangkat Lunak dan Data ITB sebagai penyelenggara utama didukung oleh Vienna University Technology, Austria dan ASEA Uninet (Austrian – South-East Asian Academic University Network) dan disponsori oleh PT Telkom Indonesia, Formen Galeri Le’laki, dan Suitmedia.

 

Dr. Wikan Danar Sunindyo
Staf Pengajar Prodi Teknik Informatika STEI ITB
Program Committee Chair ICoDSE 2014

Berita Terkait