Gathering for Project Accomplishment :Cyber Security Capability of Indonesia”

Gathering for Project Accomplishment “The Enhancement of Cyber Security Capability of Indonesia”

Pada hari Rabu tanggal 6 Agustus 2014, ITB bersama KOICA dan PMC (MarkAny) mengadakan acara Gathering for Project Accomplishment “Enhancement of Cyber Security Capability of Indonesia” di ITB-KOREA Cyber Security R&D Center, ITB Kampus Jatinangor.

Proyek hibah bernama “The Enhancement of Cyber Security Capability of Indonesia” ini merupakan salah satu kerjasama bilateral antara Republik Indonesia, melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Republik Korea, melalui Korean International Cooperation Agency (KOICA) yang berkolaborasi dalam pengembangan strategi ICT dalam wujud pembangunan Pusat Keamanan Dunia Maya (Cyber Security Center) dan program-program pendukung lainnya.

foto-bersama-gabung

Acara yang berlangsung di ITB-KOREA Cyber Security R&D Center (CSC) ini dibuka oleh oleh Direktur Jenderal DIKTI, Prof. Djoko Santoso, dan dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika KOMINFO Ir. Bambang Heru Tjahyono, Msc, Rektor ITB Prof. Akhmaloka, Ph.D, Resident Representative KOICA Indonesia Office, Mr, KIM, Byung-gwan, CEO of MarkAny Inc, Dr. John Choi, Dekan STEI-ITB, Prof. Dr. Suwarno, dan representasi lainnya dari Kedutaan Besar Korea, KEMENDIKBUD, DITJEN POTHAN KEMHAN, BAPPENAS, KEMLU, POLRI dll.

Dalam kesempatan ini Dr. John Choi sebagai PMC mendeskripsikan berbagai program dan aktivitas yang telah dilaksanakan selama 2 tahun kebelakang, mulai dari pembangunan ITB-KOREA Cyber Security R&D Center, inisiasi program magister di bidang Keamanan Informasi, Manager & IT Administrator training hingga International Cyber Security Seminar (CYSE) 2013 dan 2014. KOICA, ITB dan MarkAny bersama-sama telah membuat sebuah lompatan besar dalam mempersiapkan tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia terkait keamanan siber di masa depan.

Ir. Bambang Heru Tjahyono, Msc dalam diskusinya menjelaskan pentingnya kolaborasi dari berbagai elemen baik institusi pendidikan, pemerintahan maupun sektor industri untuk terus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam hal keamanan siber. Awareness tentang keamanan informasi harus dimulai dari hal-hal kecil sehingga kemudian usaha peningkatan akan lebih mudah dicapai, tambahnya. Selain itu Direktur Pendanaan Luar Negeri Bilateral BAPPENAS, Kennedy Simanjuntak Ph.D menambahkan fungsionalitas dan sustainabilitas baik untuk sarana prasarana maupun program-program yang telah tercipta merupakan prioritas utama yang harus sangat diperhatikan.

Dekan Sekolah Teknik Elekro dan Informatika. Prof. Dr. Suwarno juga memaparkan bahwa hasil kerjasama yang sangat baik ini akan terus dijaga melalui program-program pendidikan, pengembangan dan riset yang melibatkan berbagai institusi. Sejauh ini melalui ITB-KOREA CSC, STEI-ITB telah membina berbagai kerjasama dengan universitas-universitas luar negeri, NGO dan pemerintah kota setempat. Kedepan, gedung ITB-KOREA CSC ini diharapkan dapat menjadi pusat keamanan siber terbaik di Indonesia bahkan di Asia.

Berita Terkait