Bangkitkan Semangat Mahasiswa Lewat Teknologi

Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R) 1435 H Masjid Salman ITB kembali menggelar Ramadhan Great Meeting (RAGAM) tahun ini dengan tema “Peran Teknologi terhadap Kemakmuran Umat“. Acara yang digelar pada Minggu (06/07/14) di Aula Barat Kampus ITB Ganesha digelar tiap tahun di bulan Ramadhan untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat lewat keteladanan tokoh-tokoh nasional. Tahun ini, P3R berhasil menghadirkan Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M. Sc. (Direktorat Jenderal Dikti), Budi Rahardjo, M.Sc., Ph.D. (Pakar IT), Dr. Ir. Agung Harsoyo, M.Sc., M.Eng. (Pakar Digital), dan Prof. Hermawan K. Dipojono, Ph.D. (Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Dirjen Dikti).

prof. djoko santoso dirjen dikti
Acara pagi itu dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Muzammil Hasballah (Arsitektur 2011). Muhammad Jaenuri (Matematika 2013) selanjutnya maju memberikan kata sambutan selaku Ketua P3R 1435 H Masjid Salman ITB. Sambutan juga disampaikan oleh Dr. Ir. Syarif Hidayat (Ketua YPM Salman ITB). “Ini adalah salah perwujudan visi Salman dengan menyambut inisiatif kawan-kawan (P3R 1435 H-red) dengan bertemu dengan tokoh-tokoh hari ini. Semoga bisa menginspirasi kita semua,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M. Sc. dengan dimoderatori Ridwansyah Yusuf Achmad, S.T., M.A. (Presiden KM-ITB 2009/2010 dan Co-Founder Bandung Strategic Leadership Forum) menyampaikan presentasi tentang “Membangun SDM Teknologi Kita UU No. 11/2014 tentang Keinsinyuran”. Undang-undang ini terbilang baru karena baru berlaku sejak 22 Maret 2014. Undang-undang ini juga belum memiliki support Peraturan Pemerintah dan aturan lainnya. Namun menurutnya, jika UU ini sudah sepenuhnya berlaku, Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan dengan peningkatan kompetensi insinyur. Indonesia yang tahun ini tercatat berada di posisi kesepuluh di deretan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia harus terus meningkatkan kuantitas dan kualitas insinyur guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

“Insinyur adalah umat manusia yang bisa membuat nilai tambah. Tanpa nilai tambah, Indonesia menjadi pasar saja,” tutur tokoh yang pernah menjabat sebagai Rektor ITB periode 2010-2015 ini.

Pembicara pada sesi kedua adalah Budi Rahardjo, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Agung Harsoyo, M.Sc., M.Eng (Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika-ITB) dengan dimoderatori oleh Hafidz Alhaq Fatih (Sistem dan Teknologi Informasi 2010, Kepala Dewan Syura GAMAIS ITB). Kedua pembicara membicarakan topik “Penggunaan IT secara Produktif dan Kreatif”. Budi Rahardjo tampil mempresentasikan “Pemanfaatan Teknologi Informasi Menjadi Bagian dari Kelompok Kreatif”. Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ini menyemangati mahasiswa yang hadir untuk kreatif sehingga dapat menciptakan teknologi yang out of the box. Agung Harsoyo, yang juga merupakan dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika mengulas tentang perkembangan M-Money dan M-Wallet. Para hadirin pun mendapatkan wawasan tentang pemanfaatkan mobile banking and payment di abad ini. Indonesia pun harus segera mandiri agar dapat mengatur keuangan bangsa sendiri, pesannya. Menurut Agung Harsoyo, Indonesia saat ini masih sangat bergantung dengan perusahaan asing penyelenggara mobile payment. Menghadapi era serba mobile ini, harus ada peningkatan kompetensi para insinyur digital untuk memerdekakan bangsa Indonesia.

Pembicara terakhir adalah Prof. Hermawan K. Dipojono, Ph.D. (Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Dirjen Dikti). Beliau yang juga merupakan Ketua Asosiasi Masjid Kampus Indonesia menyampaikan materi tentang “Memajukan dan Memakmurkan Bangsa dengan Teknologi”. Acara Ragam juga diramaikan oleh special performance dari Teater Menara Salman dengan judul “Bocoran dari Sidang Parlemen Setan”.

sumber: itb.ac.id

Berita Terkait