Kuliah Umum Ketenagalistrikan oleh Dr.Ir. Herry Winarno

Sabtu, 30 April 2011, Program Studi Teknik Tenaga Elektrik menyelenggarakan Kuliah Umum Ketenagalistrikan dengan topik “Mengoptimalkan Peluang Industri Jasa Konstruksi Menyongsong Masa Depan Yang Lebih Baik”. Kuliah Umum yang diadakan di Ruang Auditorium Campus Center Timur ITB ini, dibawakan oleh Dr.Ir. Herry Winarno, Presiden Direktur P.T. Meta Epsi Engineering.

Dia menjelaskan bahwa Investasi Konstruksi adalah akumulasi fixed capital investment yang sangat vital bagi ketahanan suatu bangsa karena merupakan investasi perekonomian untuk masa depan dari suatu negara. Investasi konstruksi Dapat digunakan sebagai alat penting kebijakan publik misalnya dalam hal memacu pertumbuhan dan menyediakan lapangan kerja yang sangat vital bagi ketahanan suatu bangsa karena merupakan investasi perekonomian untuk masa depan dari suatu Negara Pertumbuhan jasa konstruksi di Indonesia saat ini rata-rata di atas 5.5 % dan menyerap US$ 60 milyar yaitu 10% dari GDP.

Adapun gambaran industri jasa konstruksi indonesia untuk tahun 2011 – 2015 diperkirakan tumbuh menjadi 7,2%. Pemerintah juga berusaha menarik investor swasta di sektor infrastruktur dengan cara memberikan fasilitas kemudahan investasi dan meningkatkan jumlah public private partnerships (PPPs). Hal lain yang dilakukan pemerintah adalah:
1. Membentuk Indonesia Infrastructure Fund yang dapat memberikan alternatif pembiayaaan proyek infrastruktur
2. Mengembangkan perbaikan peraturan untuk memudahkan pembebasan tanah yang merupakan kendala besar investasi
3. Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia merupakan pasar penting industri jasa konstruksi

Setiap tahun Indonesia membutuhkan investasi pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi baru yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik masyarakat dan industri yang semakin meningkat. Maka dari itu juga diperlukan Investasi baru di sektor transportasi dimana saat ini perkembangannya meningkat dari tahun ke tahun khususnya pembangunan jalan tol, kereta api, pelabuhan laut dan udara. Pembangunan properti yang meliputi perumahan, apartemen, dan perkantoran juga memberikan kontribusi yang cukup besar di sektor jasa konstruksi. Selain itu Sektor pariwisa Indonesia saat ini terus berkembang walaupun masih terbatas di beberapa daerah tujuan wisata sajaseperti Bali, Lombok, Solo.

Tantangan yang muncul pada industri jasa konstruksi di indonesia terdapat pada harga material bahan. Harga material yang tinggi, misalnya semen, yang merupakan komponen penting harganya dua kali lebih mahal daripada harga semen di China. Inflasi harga material juga lebih tinggi dibandingkan negara tetangga. Rendahnya persepsi investor atas kondisi lingkungan bisnis infrastruktur di indonesia juga menjadi tantangan, saat ini nilai persepsi berada di angka 54.6 dari 100 sedangkan rating project finance berada pada angka 35.8 dari 100.

Untuk sektor kelistrikan tantangan yang dihadapi berhubungan terhadap Efisiensi kelistrikan yang sangat rendah. Selain itu penggunaan BBM yang besar membebani perekonomian harus dikurangi. Untuk itu perlu dibangun pembangkit listrik non BBM dan solusi lainnya, misalnya untuk skala besar adalah nuklir. Rasio elektrifikasi saat ini masih rendah yaitu hanya 65%, dan 76 % pembangkit terpusat di Jawa. Jika dilihat dari sumber energi primer, peluang kelistrikan di Sumatera tergolong besar.

Dimanakah para sarjana dapat berkontribusi pada industri jasa konstruksi? menurut UU No 18 / 1999, Jasa konstruksi terdiri dari konsultan, pelaksana, dan pengawas dengan syarat penyedia jasa konstruksi harus memiliki tenaga ahli yang yang memiliki keahlian dan sertifikat PII (Persatuan Insinyur Indonesia). Di sinilah para sarjana dapat berkontribusi yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, ataupun tata lingkungan.

Penulis: Pingkan Andrea Logahan, Muhammad Ikhsan, Marsya Febrina

Berita Terkait