{"id":8926,"date":"2019-10-08T07:54:22","date_gmt":"2019-10-08T00:54:22","guid":{"rendered":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/?p=8926"},"modified":"2021-03-26T18:10:59","modified_gmt":"2021-03-26T11:10:59","slug":"mengenal-prof-trio-adiono-inisiator-industri-design-house-pertama-di-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/mengenal-prof-trio-adiono-inisiator-industri-design-house-pertama-di-nusantara\/","title":{"rendered":"Mengenal Prof. Trio Adiono, Inisiator Industri Design House Pertama di Nusantara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Indonesia\u00a0<\/strong>yang selama ini hanya berperan sebagai \u201ctukang jahit\u201d dalam dunia mikroelektronika, akhirnya dapat menjadi desainer sendiri. Keinginan kuat untuk mengembangkan produk teknologi tinggi akhirnya dapat terealisasi.<\/p>\n<p>Seperti industri yang dikembangkan oleh <a href=\"https:\/\/stei.itb.ac.id\/id\/trio\/\">Prof. Trio Adiono<\/a>, membuat Indonesia mampu mendesain chip di dalam negeri. Perusahaan yang bernama PT. Xirka Silicon Technology merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan\u00a0<em>chipset semiconductor<\/em>. Perusahaan ini merupakan industri\u00a0<em>design house chip\u00a0<\/em>pertama di Indonesia.<\/p>\n<p>Industri\u00a0<em>design house<\/em>\u00a0adalah industri yang fokus mendesain komponen elektronika. Sehingga, dapat dikatakan sebagai pemilik produk.<\/p>\n<p>Beberapa produk yang telah dihasilkan yakni\u00a0<em>4G\/WiMax, smart card<\/em>.\u00a0<em>chip IoT.<\/em>\u00a0Produk\u00a0<em>smart card<\/em>\u00a0yang dikembangkan telah digunakan di beberapa universitas seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Hassanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Telkom dan Universitas Riau.<\/p>\n<p>&#8220;Dimulai sejak 1994 di Institut Teknologi Bandung (ITB), penelitian tugas akhir serta tesis yang saya kerjakan mengusung topik desain chip dan prosesor,&#8221; kata Prof. Trio.<\/p>\n<p>Memang, industri elektronika merupakan salah satu sektor industri dengan nilai ekspor terbesar. Di negara maju, kontribusi sektor industri elektronika pada GDP sangat signifikan. Namun demikian, Indonesia belum mandiri dalam komponen elektronika.<\/p>\n<p>Padahal,\u00a0<em>expert<\/em>\u00a0elektronika di Indonesia telah banyak belajar untuk mendesain, namun dalam skala industri, di Indonesia masih minim. Hal inilah yang mendorong Prof. Trio untuk mengembangkan industri\u00a0<em>design house<\/em>\u00a0pertama di Indonesia.<\/p>\n<h3>Berawal dari Tugas Akhir<\/h3>\n<p>Melalui penelitian tugas akhir itu, ia selanjutnya mendalami mikroelektronika lebih lanjut di Tokyo Institute of Technology pada jenjang S3. Setelah menyelesaikan program doktor dan\u00a0<em>post-doctoral<\/em>, ia bekerja di perusahaan design\u00a0<em>house chip<\/em>\u00a0di Jepang.<\/p>\n<p>\u201cWaktu kecil, bagi saya elektro itu sesuatu yang canggih dan menarik. Karena bisa mengubah sesuatu yang tidak bergerak menjadi bergerak, sesuatu yang tidak terkontrol menjadi dapat dikontrol,\u201d ungkap Prof. Trio.<\/p>\n<p>Berbekal pengalaman yang telah ditekuni, ia pun memutuskan kembali ke Indonesia untuk merealisasikan keinginan membangun industri elektronika di Indonesia.<\/p>\n<figure id=\"attachment_24460\" class=\"wp-caption alignnone\" aria-describedby=\"caption-attachment-24460\"><a href=\"https:\/\/stei.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/fd35b3a3-9296-46d0-b802-c03206830d0a.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8928\" src=\"https:\/\/stei.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/fd35b3a3-9296-46d0-b802-c03206830d0a.jpg\" alt=\"\" width=\"522\" height=\"293\" srcset=\"https:\/\/stei.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/fd35b3a3-9296-46d0-b802-c03206830d0a.jpg 522w, https:\/\/stei.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/fd35b3a3-9296-46d0-b802-c03206830d0a-300x168.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 522px) 100vw, 522px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-24460\" class=\"wp-caption-text\">Prof. Trio Adiono kembangkan industri design house chip pertama di Indonesia. | foto : Humas ITB<\/figcaption><\/figure>\n<p>Perkembangan industri\u00a0<em>design house chip<\/em>\u00a0pertama bukan tanpa tantangan. Menurut Prof. Trio, kesulitan utama dalam membangun industri\u00a0<em>design house chip<\/em>\u00a0adalah pemasaran. Fakta yang dihadapi, produk-produk Indonesia yang dijual dalam negeri justru mengalami kesulitan dalam penjualan.<\/p>\n<p>\u201cTantangan dalam industri\u00a0<em>hi-tech<\/em>\u00a0di Indonesia, apabila tidak ada campur tangan regulator maka akan cukup sulit. Hal ini dikarenakan kita\u00a0<em>head-to-head\u00a0<\/em>dengan perusahaan-perusahaan besar skala internasional. Mereka memiliki efisiensi kerja besar, sehingga bisa menjual dengan harga lebih murah, hal ini yang menjadi tantangan bagi kita,\u201d ungkap Prof. Trio.<\/p>\n<p>Dari hal teknis,\u00a0<em>human resource<\/em>\u00a0dari Indonesia masih perlu ditingkatkan dari segi kualitas dan kuantitas. Jumlah talent di bidang ini masih minim dan belum mencapai\u00a0<em>critical mass<\/em>.<\/p>\n<p>Ia pun berharap, semoga ada produk yang telah diterima masyarakat Indonesia, menjadi\u00a0<em>booming<\/em>, banyak bermanfaat dan digunakan masyarakat karena kebutuhan. Sehingga, dapat menarik industri-industri lainnya agar dapat berkembang di Indonesia. Ia juga berpesan secara khusus kepada para mahasiswa.<\/p>\n<p>\u201cBuatlah sesuatu sampai akhir, hingga selesai sempurna. Karena\u00a0<em>insyaaAllah<\/em>\u00a0apa yang kita kerjakan akan bermanfaat. Bukan hanya fokus, harus\u00a0<em>istiqomah<\/em>,\u201d tandasnya.\u00a0<strong>(*)<\/strong><\/p>\n<p>disadur dari <a href=\"https:\/\/siedoo.com\/berita-24465-mengenal-prof-trio-adiono-inisiator-industri-design-house-pertama-di-nusantara\/\">siedoo.<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia\u00a0yang selama ini hanya berperan sebagai \u201ctukang jahit\u201d dalam dunia mikroelektronika, akhirnya dapat menjadi desainer sendiri. Keinginan kuat untuk mengembangkan produk teknologi tinggi akhirnya dapat terealisasi. Seperti industri yang dikembangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8927,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[403,248,882],"tags":[],"class_list":["post-8926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-opini","category-dosen","category-kk-elektronika"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8926"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8926\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}