{"id":8652,"date":"2019-06-26T09:15:06","date_gmt":"2019-06-26T02:15:06","guid":{"rendered":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/?p=8652"},"modified":"2021-03-26T18:19:16","modified_gmt":"2021-03-26T11:19:16","slug":"pita-frekuensi-4-9g-jadi-masalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/pita-frekuensi-4-9g-jadi-masalah\/","title":{"rendered":"Pita Frekuensi 4.9G Jadi Masalah"},"content":{"rendered":"

Ketua Program Studi Master Program of Electrical Engineering<\/a> Institut Teknologi Bandung (ITB)\u00a0Ian\u00a0Yosef\u00a0M. Edward<\/a>\u00a0menyoroti pemanfaatan frekuensi tak berizin di rentang 5.150\u20145.350 MHz dan 5.725\u20145.825 MHz untuk teknologi 4.9G atau LTE Advanced Pro.<\/p>\n

Dia berpendapat frekuensi tersebut rawan interferensi dengan\u00a0 jaringan WLAN\u00a0exsisting, sehingga membuat layanan yang diberikan kepada pelanggan tidak dapat dijamin kualitasnya.<\/p>\n

\u201cBerbeda dengan 5G yang license, kualitas layanan bisa dijamin karena\u00a0 setiap operator memiliki frekuensinya sendiri.\u00a0 Terlalu mahal untuk sebuah nama operator jika kualitasnya layanannya buruk hanya karena terkena interferensi,\u201d kata Ian kepada\u00a0Bisnis<\/em>.<\/p>\n

Ian menambahkan\u00a0 kondisi frekuensi yang rawan interferensi, menurutnya,\u00a0 menjadi salah satu alasan operator dan vendor berpikir ulang untuk mengkomersialkan alat atau jaringan dengan teknologi LTE Advanced Pro.<\/p>\n

Interferensi\u00a0adalah\u00a0interaksi atau gangguan antar gelombang radio di dalam suatu titik tertentu karena saling berdekatan atau bahkan bertabrakan.<\/p>\n

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan izin kelas dan perangkat untuk teknologi 4G LTE Advanced Pro (LAA), melalui PM Kemenkominfo no.1\/2019 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas dan Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Perdirjen SDPPI) no.5\/2019 tentang Persyaratan Teknis Alat dan\/Perangkat Telekomunikasi Bergerak Seluler yang dikeluarkan pada 13 Juni 2019.<\/p>\n

4G LTE Advanced Pro menggunakan teknologi\u00a0License Assisted Access(LAA). Dalam bahasa pemasaran, 4G LTE Advandce Pro dikenal sebagai 4.9G atau teknologi yang satu tingkat dibawah 5G.Teknologi itu akan memanfaatkan frekuensi tak berizin di rentang frekuensi 5.150\u20145.350 MHz dan 5.725\u20145.825 MHz.<\/p>\n

Hadirnya 4G LTE Advanced Pro awalnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan internet cepat, sambil menunggu pengembangan teknologi 5G yang saat ini masih menanti sidang World Radio Communication Conference (WRC) ke-4 digelar pada Oktober \u2013 November 2019.<\/p>\n

Namun sayangnya, dalam praktiknya teknologi ini kurang dilirik oleh operator seluler dan vendor penyedia alat telekomunikasi.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB)\u00a0Ian\u00a0Yosef\u00a0M. Edward\u00a0menyoroti pemanfaatan frekuensi tak berizin di rentang 5.150\u20145.350 MHz dan 5.725\u20145.825 MHz untuk teknologi 4.9G atau LTE Advanced Pro. Dia […]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8653,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[403,248,874,766],"tags":[],"class_list":["post-8652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-opini","category-dosen","category-kk-teknik-telekomunikasi","category-magister-teknik-elektro"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8652"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8652\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}