{"id":7661,"date":"2018-05-07T09:09:44","date_gmt":"2018-05-07T02:09:44","guid":{"rendered":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/?p=7661"},"modified":"2021-09-21T21:46:21","modified_gmt":"2021-09-21T14:46:21","slug":"berkenalan-dengan-fransiska-hadiwidjana-pendiri-startup-prelo-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/berkenalan-dengan-fransiska-hadiwidjana-pendiri-startup-prelo-indonesia\/","title":{"rendered":"Berkenalan Dengan Fransiska Hadiwidjana, Pendiri Startup Prelo Indonesia"},"content":{"rendered":"
Mungkin belum banyak yang pernah mendengar nama Fransiska Hadiwidjana. Namun, sudah banyak orang yang akrab dengan Prelo<\/a>, situs dan aplikasi yang dirintisnya.<\/p>\n Prelo, seperti kebanyakan perusahaan berbasis teknologi informasi yang sekarang sedang berkembang di Indonesia, adalah perusahaan start-up yang melayani jual-beli barang. Namun, yang membedakan dari para pesaingnya, Prelo memfokuskan pada jual-beli barang bekas bermerek. Mayoritas barang yang dijual berupa barang fashion dan kosmetika, dan kini juga sudah merambah ke barang lain, seperti gadget dan buku. Selain itu, Prelo juga menyediakan jasa titip dan sewa.<\/p>\n Prelo menggunakan sistem rekening bersama sehingga dijamin terpercaya untuk melakukan transaksi jual beli. Perusahaan ini didirikan dengan semangat ramah lingkungan, yang bertujuan mengoptimalkan barang bekas agar tidak terbuang begitu saja. Sebelum menjadi Prelo, embrio perusahaan ini adalah Kleora, startup e-commerce khusus perempuan. Prelo merupakan rebranding dari Kleora yang bertujuan untuk menjaring demografi lebih luas, dan ini terbukti dengan berkembangnya Prelo.<\/p>\n
<\/a><\/p>\n