{"id":7079,"date":"2017-11-20T09:00:37","date_gmt":"2017-11-20T02:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/?p=7079"},"modified":"2017-11-17T08:29:26","modified_gmt":"2017-11-17T01:29:26","slug":"tiga-mahasiswa-teknik-informatika-juara-2-competitive-programming-di-techphoria-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/tiga-mahasiswa-teknik-informatika-juara-2-competitive-programming-di-techphoria-2017\/","title":{"rendered":"Tiga Mahasiswa Teknik Informatika Juara 2 Competitive Programming di Techphoria 2017"},"content":{"rendered":"
BANDUNG, itb.ac.id \u2013 Menanggapi tantangan untuk melampaui batas diri dengan pantang menyerah, tiga mahasiswa ITB, yaitu Jehian Norman Saviero (Teknik Informatika 2015), Arno Alexander (Teknik Informatika 2015), dan Pratamamia Agung (Teknik Informatika 2015), berhasil menduduki posisi juara kedua pada lomba Competitive Programming (CP) pada Technology Euphoria (Techphoria) 2017. Kompetisi berskala nasional tersebut mengusung tema \u201cRaising Smart Technology for Modern Era in Indonesia\u201d, dan diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya.<\/p>\n Sekilas Mengenai Kompetisi<\/strong><\/p>\n Kompetisi Competitive Programming yang mereka hadapi memiliki peraturan yang sedikit berbeda dari biasanya. Perlombaan CP pada Techphoria 2017 ini terbilang cukup cepat dibanding kompetisi CP pada umumnya, terdapat empat permasalahan komputasi dan logika yang perlu diselesaikan dalam waktu dua jam. Selain itu, sistem poin yang diterapkan adalah sistem poin parsial, di mana setiap test case yang benar akan dihitung poinnya. Perjuangan Menaklukkan Diri Sendiri<\/strong><\/p>\n Tentunya, kemenangan tersebut bukan merupakan hasil dari usaha selama hitungan hari. Jehian, Arno, dan Agung menyempatkan diri untuk latihan mandiri di situs-situs online judge secara rutin, juga mempelajari algoritma-algoritma dan struktur data secara mendalam. Dengan banyak latihan, kemampuan mereka untuk memrogram di bawah tekanan untuk mencari solusi yang spesifik dalam jangka waktu tertentu juga meningkat.
<\/a><\/p>\n
\nPada 30 menit pertama, Jehian, Arno, dan Agung masih belum berhasil menyelesaikan satupun permasalahan yang mereka hadapi. Walaupun begitu, mereka tidak putus asa, dan tetap berusaha untuk meningkatkan semangat juang juga peringkat tim. Alhasil, pada akhir kompetisi mereka melejit naik dan merebut posisi kedua.<\/p>\n
\nBerangkat dari ketertarikan dengan logika dan matematika, Jehian, Arno, dan Agung meniti perlahan-lahan tantangan demi tantangan menuju kemenangan. Sebelum kemenangan yang mereka raih sekarang, sudah banyak kekalahan yang mereka lewati. Mulai dari urungnya niat mereka untuk berangkat ke final Ideafuse 2016 karena tidak adanya dana, hingga GEMASTIK 9 dan Vocompfest 2017 di mana mereka bahkan tidak berhasil masuk ke ronde final. Walau begitu, mereka percaya bahwa usaha mereka tidak akan sia-sia, dan akhirnya kerja keras mereka terbayar dengan juara kedua kompetisi Competitive Programming di Techphoria 2017.<\/p>\n