{"id":5518,"date":"2016-04-18T11:01:17","date_gmt":"2016-04-18T04:01:17","guid":{"rendered":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/?p=5518"},"modified":"2016-04-18T11:01:17","modified_gmt":"2016-04-18T04:01:17","slug":"google-mengenang-prof-samaun-samadikun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/google-mengenang-prof-samaun-samadikun\/","title":{"rendered":"Google mengenang Prof. Samaun Samadikun"},"content":{"rendered":"
Prof. Samaun Samadikun dikenal sebagai Bapak Mikroelektronika Indonesia. Ia lahir di Magetan pada 15 April 1931.\u00a0Jika Anda mengarahkan kursor ke ilustrasi\u00a0tersebut, akan tampil tulisan \u201cHari Lahir Samaun Sadikun Ke-85.\u201d<\/p>\n Samaun tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro di ITB pada awal 1950-an. Ia kemudian memperoleh gelar master pada 1957 dan doktor pada 1971. Gelar doktornya diperoleh dalam bidang teknik elektro dari Universitas Stanford di Amerika Serikat.Ia juga memperoleh postgraduate diploma<\/em> bidang nuclear engineering<\/em> dari Queen Mary, Universitas London, pada 1960.\u00a0Pada 1975, ia bersama K.D. Wise menciptakan paten, US Patent No 3,888,708 yang bertajuk “Method for forming regions of predetermined thickness in silicon” di Universitas Stanford.<\/p>\n Samaun sempat mengabdikan diri sebagai birokrat. Ia menjabat sebagai Direktur Pembinaan Sarana Akademik DIKTI pada 1973-1978; Direktur Jenderal Energi Departemen Pertambangan dan Energi pada 1978-1983; dan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 1989-1995. Setelah menjadi birokrat, ia kembali ke ITB untuk mengajar di Departemen Teknik Elektro dan meneliti di PAU Mikroelektronika.<\/p>\n Samaun Samadikun wafat pada 15 November 2006 dalam usia 75 tahun\u00a0dan dimakamkan sehari berikutnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.<\/p>\n Sumber :\u00a0https:\/\/m.tempo.co\/read\/news\/2016\/04\/15\/072762890\/samaun-samadikun-jadi-google-doodle-hari-ini-siapa-dia<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Halaman utama mesin pencari Google pada Jumat (15\/4\/2016) dihiasi dengan ilustrasi\u00a0untuk memperingati hari lahir salah satu sesepuh STEI, almarhum Prof. Samaun Samadikun.\u00a0Google membuat sketsa wajah beliau\u00a0dengan latar belakang seperti trafo […]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[270,248],"tags":[],"class_list":["post-5518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dosen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5518"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5518\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
Halaman utama mesin pencari Google<\/em> pada Jumat (15\/4\/2016) dihiasi dengan ilustrasi\u00a0untuk memperingati hari lahir salah satu sesepuh STEI, almarhum Prof. Samaun Samadikun.\u00a0Google membuat sketsa wajah beliau\u00a0dengan latar belakang seperti trafo dan kabel-kabel yang melilit. Jika dilihat sekilas, semua unsur itu seperti membentuk tulisan “Google”.<\/p>\n