{"id":2636,"date":"2013-02-28T05:55:59","date_gmt":"2013-02-28T05:55:59","guid":{"rendered":"http:\/\/stei.itb.ac.id\/stei\/?p=2636"},"modified":"2013-02-28T05:56:27","modified_gmt":"2013-02-28T05:56:27","slug":"digital-mark-reader-karya-fenomenal-itb-untuk-teknologi-pemeriksaan-ujian-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/digital-mark-reader-karya-fenomenal-itb-untuk-teknologi-pemeriksaan-ujian-terbaik\/","title":{"rendered":"Digital Mark Reader, Karya Fenomenal ITB untuk Teknologi Pemeriksaan Ujian Terbaik"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.itb.ac.id\/files\/98\/20130223\/tn_1361581510.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"99\" \/>Digital Mark Reader (DMR), produk penelitian yang  dikembangkan oleh tim ITB dengan ketua Prof. Dr.Ing.Ir. Iping Supriana,  DEA bersama Tim Riset Unggulan ITB tahun 2002\/2003 ini rupanya tak  henti-hentinya menuai prestasi membanggakan. Setelah sebelumnya  dinobatkan menjadi Winner of Indonesia &#8211; Asia Pacific ICT Award 2004  kategori Best of Education &amp; Training, pada September 2012 lalu  penelitian DMR ini juga berhasil menyabet Penghargaan Anugerah TIK Jawa  Barat 2012 sebagai Produk Inovasi Terbaik berbasis Teknologi Informasi  dan Komunikasi (TIK). Tim pengembang DMR ITB ini terdiri dari M. Arif  Rahmat, ST; Ayu Purwarianti, ST, MT, Ph.D; dan Peb Ruswono Aryan, ST,  MT.<\/p>\n<p>Penelitian DMR ini awalnya merupakan sebuah riset bertemakan  Optical Mark Recognition (OMR) versi digital dengan memanfaatkan  scanner\/pemindai dokumen digital yang berbiaya rendah untuk membaca  Lembar Jawab Komputer (LJK). Tantangan utama dari sebuah form yang masuk  ke <em>scanner <\/em>adalah terjadinya distorsi geometrik baik berupa  geseran maupun perputaran yang kadang tak tampak oleh mata namun sangat  mempengaruhi akurasi pembacaan.<\/p>\n<p>Dengan bermodalkan <em>scanner<\/em> citra digital sederhana dan setelah mengalami berbagai percobaan,  dikembangkanlah DMR-Extractor yang di dalamnya memiliki modul <em>scanning<\/em>,  ekstraksi dan pembuatan laporan. Untuk dapat melakukan penyimpanan  hingga perbaikan kualitas gambar agar pembacaannya akurat, Tim  Pengembang DMR ITB turut menerapkan beberapa algoritma canggih yang  memungkinkan pembacaan segala jenis LJK, termasuk LJK OMR. Untuk  pembuatan form LJK, disediakan pula DMR-Editor yang kegunaannya adalah  membuat desain form LJK yang biaya penggandaannya juga sangat rendah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.itb.ac.id\/files\/98\/20130223\/tn_1361582194.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"99\" \/>Sembilan  tahun terakhir ini, berbagai penyelenggara ujian telah beralih menuju  teknologi DMR dari sebelumnya menggunakan OMR. Berbagai instansi mulai  dari perguruan tinggi, perusahaan, lembaga psikologi, lembaga bimbingan  belajar, bahkan pemerintahan menggunakan program DMR untuk berbagai  keperluan. Kelebihan yang dimiliki oleh DMR ini memang cukup banyak jika  dibandingkan pendahulunya yaitu OMR.<\/p>\n<p>Jika sebelumnya pemeriksaan ujian menggunakan <em>scanner<\/em> dan komputer membutuhkan biaya yang sangat mahal, dengan satu mesinnya  saja bisa mencapai 200 juta rupiah maka DMR ini merupakan terobosan  pengujian lembar jawaban yang lebih menghemat dana. Tidak sampai 10 juta  DMR sudah dapat digunakan oleh penggunanya. Kecepatan dan akurasinya  tentu selalu dikembangkan oleh Prof Iping dan timnya. Tahun 2013 ini,  DMR terbaru mampu memeriksa hingga 12.000 LJK per menitnya tanpa  mengurangi keakuratannya. Selain memeriksa jawaban, DMR juga dilengkapi  dengan fitur analisis jawaban ujian maupun hasil statistik kuesioner.<\/p>\n<p>Apabila  menggunakan DMR, peserta ujian bisa menggunakan spidol atau pulpen  ketika mengisi jawaban, berbeda dengan OMR yang mengharuskan penggunaan  pensil 2B dalam pengisian LJK. Tidak hanya peserta ujian tetapi  penyelenggara ujian juga diuntungkan dengan adanya teknologi DMR ini.  Pasalnya, teknologi DMR memungkinkan biaya cetak LJK yang lebih rendah.  Penyelenggara ujian dapat menggunakan kertas fotokopi, lembar jawaban  satu warna, atau bahkan dicetak dengan printer biasa, ukuran kertas pun  tidak dibatasi mulai dari A3 sampai dengan A5. Berbagai kemudahan  tersebut hanyalah segelintir dari begitu banyak kelebihan yang dimiliki  oleh teknologi DMR ini.<\/p>\n<p><strong>Targetkan Pengembangan<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.itb.ac.id\/files\/98\/20130223\/tn_1361581956.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"100\" \/>Kesibukannya  sebagai dosen pengajar, pembimbing mahasiswa dari sarjana sampai  pascasarjana, mengadakan penelitian, dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi  Ilmu Komputer (APTIKOM) Jawa Barat rupanya tidak menghalangi Prof.  Iping untuk terus melakukan pengembangan dan evaluasi untuk karyanya  ini. Berbagai rencana pengembangan DMR ini sudah direncanakan untuk  diteliti dan diaplikasikan, seperti penelitian terkait kandungan gambar.  DMR ini juga direncanakan untuk diaplikasikan dalam bentuk robot  pintar.<\/p>\n<p>Dikembangkan secara intensif dan telah digunakan oleh  ribuan lembaga, DMR bahkan mampu merambah pasar internasional. DMR  digunakan sebagai alat pengentri data di Chevron, Darya Varia dan Toyota  Astra. Ratusan universitas telah menggunakan teknologi DMR untuk  keperluan ujian, kuesioner, maupun registrasi. DMR juga digunakan pada  ujian seleksi CPNS pusat dan daerah, rekrutmen BUMN, bank dan perusahaan  swasta, ujian sertifikasi guru, sertifikasi bankir dan pejabat  pengadaan, serta ujian di kepolisian maupun militer yang umumnya  berbentuk psikotes. Tak lupa DMR menjadi <em>software <\/em>resmi  Depdiknas untuk UASBN 2008, ujian formal skala nasional pertama yang  pengisiannya dengan tanda silang, serta digunakan pula pada ujian  psikotes penerimaan pegawai ITB 2013.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.itb.ac.id\/files\/98\/20130223\/tn_1361582126.jpg\" alt=\"\" width=\"136\" height=\"90\" \/><\/p>\n<p>Prof  Iping mengaku bahwa beliau terus menjadi pengembang utama DMR ini agar  dapat memberikan yang terbaik bagi berbagai pihak, khususnya Bangsa  Indonesia. &#8221;Penelitian di ITB ini saya dapat mengatakan memang  &#8216;membumi&#8217;. Tetapi supaya penelitian-penelitan di ITB dapat lebih  memiliki daya saing perlu adanya pembagian yang proporsional antara  penelitian fundamental, teknologi, dan terapan. Selain itu, jika  memiliki ide yang kreatif dan kinerja yang bagus, berikanlah selalu yang  terbaik kepada banyak orang di sekitar kita,&#8221; ujar Prof. Iping  Supriana menutup wawancara.<\/p>\n<p>sumber: www.itb.ac.id<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Digital Mark Reader (DMR), produk penelitian yang dikembangkan oleh tim ITB dengan ketua Prof. Dr.Ing.Ir. Iping Supriana, DEA bersama Tim Riset Unggulan ITB tahun 2002\/2003 ini rupanya tak henti-hentinya menuai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-2636","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-institusi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2636\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}