low level User Interface <\/em>(UI).<\/p>\nPada sesi kedua, masih di hari pertama, kami membuat aplikasi dengan mengikuti langkah-langkah yang tertulis di modul yang diberikan. Aplikasi yang kami buat saat itu adalah aplikasi sederhana yang mengenalkan penggunaan high-level UI, seperti List, TextBox, Menu, serta persistent storage.<\/p>\n
Masih di hari pertama, pada sesi ketiga atau terakhir, kami langsung menuju ke penerapan low level UI pada pembuatan game sederhana. Game yang kami buat saat itu adalah game Pong. Dalam pembuatan game tersebut kami belajar mengenai skema umum pembuatan game dan bagaimana memanfaatkan threading pada game yang kita buat.<\/p>\n
Pada hari kedua, materi yang diberikan masih seputar pembuatan game tapi kali ini lebih kompleks. Game yang kami buat adalah game menembak burung. Pada game tersebut, karakter utama, Mr. Smith, harus melempari burung yang terbang di atas dengan batu agar memperoleh skor. Dalam game itu sudah diterapkan pula penggunaan sprite (karakter game), sprite animation, sound, dan pendeteksian collision. Pendeteksian collision pada game ini adalah kapan batu mengenai burung (yang selanjutnya akan menampilkan animasi ledakan) dan kapan burung menabrak Mr. Smith. Tiga sesi yang terdapat pada hari kedua ini semuanya dihabiskan untuk menyelesaikan game tersebut.<\/p>\n
Di hari terakhir, atau hari ketiga, sudah tidak ada materi lagi yang diberikan karena materi sudah dipadatkan selama di hari sebelumnya. Pada hari ketiga ini setiap peserta diminta untuk membuat suatu aplikasi bebas, boleh game atau yang lain, dalam waktu sehari, tepatnya sekitar enam jam. Sebelum itu, di awal pertemuan hari ketiga ini setiap peserta harus mempresentasikan ide aplikasi yang akan dibuatnya hari itu. Pihak Nokia.Ice menjanjikan hadiah menarik bagi tiga peserta dengan aplikasi terbaik. Hadiahnya tidak tanggung-tanggung, tiga buah handset berupa Nokia N8, C3, dan X3-02. Selama kurang lebih enam jam masing-masing peserta fokus memrogram aplikasinya pada hari itu.<\/p>\n
Menjelang penghujung acara, sebelum presentasi akhir aplikasi masing-masing peserta, ada presentasi dari Narenda Wicaksono, alumni IF\u201902, sebagai perwakilan dari Nokia Indonesia. Materi presentasi yang diberikan adalah mengenai mobile opportunity saat ini. Beliau mengungkapkan mengenai peluang yang begitu besar bagi para developer untuk meraih keuntungan dengan masuk ke dalam industri konten mobile karena memiliki market yang sangat besar, termasuk Indonesia. Bahkan ada seseorang yang dengan \u2018hanya\u2019 membuat themes untuk handphone saja ia bisa memperoleh pemasukan puluhan juta per bulan. Oleh karena itu, kak Naren mengajak para peserta untuk menangkap peluang tersebut. Sayang sekali jika developer-developer lokal sampai tidak ikut memanfaatkan peluang tersebut, dan justru developer luar yang memperoleh keuntungan dari potensi market yang sangat besar itu, di mana di antaranya terdapat Indonesia yang berada di posisi ketiga sebagai market terbesar di dunia.<\/p>\n
Selama kurang lebih 20 menit Naren melakukan presentasi. Sesudah itu, acara berikutnya adalah presentasi aplikasi dari masing-masing peserta untuk dinilai oleh para juri. Para juri tersebut adalah Alex, Naren, dan Mr. Firstman (Presiden Nokia.Ice). Setelah semua peserta selesai mempresentasikan aplikasi masing-masing, dan sebelum memasuki pengumuman pemenang, Pak Firstman memberikan sedikit share dan tips-tips dalam membuat aplikasi, khususnya game. Pak Firstman ketika itu menjelaskan bahwa dirinya berbicara dalam kapasitas sebagai penikmat game. Game yang bagus menurut beliau adalah game yang bisa membuat user selalu penasaran, sehingga ujung-ujungnya akan kecanduan alias addicted, yakni selalu ingin main, main, dan main lagi.<\/p>\n
Setelah itu, saatnya giliran pengumuman pemenang lomba aplikasi yang digelar secara singkat pada hari itu. Dan\u2026 yang keluar sebagai pemenangnya ternyata semuanya teman-teman dari IF 2008. Mereka adalah Anselmus, Ecky, dan Maulana. Selamat ya\u2026!<\/p>\n
Pengumuman pemenang itu sekaligus menutup rangkaian workshop yang digelar selama 3 hari itu. Sebelum itu, kami semua berfoto bersama dulu untuk kenang-kenangan.<\/p>\n
Source: Menggali Ilmu di Workshop J2ME Nokia.ICE<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Beberapa waktu yang lalu, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMIF) ITB bekerja sama dengan Nokia Indonesia Community Enthusiast (Nokia.Ice) mengadakan workshop mengenai mobile programming J2ME (Java 2 Micro Edition) bertempat di […]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,15],"tags":[24,54,29,44],"class_list":["post-1513","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kampus","category-education-2","tag-mobile","tag-programming","tag-technology","tag-technopreneurship"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1513"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1513\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}