{"id":297,"date":"2016-10-05T15:36:59","date_gmt":"2016-10-05T08:36:59","guid":{"rendered":"http:\/\/eedays2014.stei.itb.ac.id\/?page_id=297"},"modified":"2016-10-05T15:36:59","modified_gmt":"2016-10-05T08:36:59","slug":"abstrak-ee-days-2016-bahasa","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/eedays-2016\/abstrak-ee-days-2016-bahasa\/","title":{"rendered":"Abstrak EE Days 2016 &#8211; Bahasa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong><u> # TA NUMBER \u2013 151601002 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>PERANCANGAN PERANGKAT AIS RECEIVER UNTUK CUBESAT DAN ANALISIS LINK BUDGET<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Adil Aldianto Nooril (13212017)<br \/>\n<\/strong><strong>Afdhal Hanif (13212044)<br \/>\n<\/strong><strong>Meynard Danam Purwa Atmaja (13212138)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Automatic Identification System (AIS) merupakan sebuah sistem komunikasi yang digunakan oleh kapal-kapal untuk berkomunikasi dengan kapal-kapal lain di sekitarnya serta dengan <em>Vessel Traffic Service<\/em> (VTS). Sistem ini menggunakan perangkat transponder <em>Very High Frequency<\/em> (VHF) pada kapal untuk mengirim dan menerima pesan yang berisikan informasi-informasi yang terkait dengan pelayaran seperti identitas kapal, arah pelayaran kapal, kecepatan kapal, dan berbagai informasi lainnya untuk meningkatkan kemanan pelayaran dan navigasi di lautan.<br \/>\nMakalah ini akan membahas kemungkinan penggunaan satelit <em>low earth orbit <\/em>(LEO) untuk menangkap sinyal AIS serta perancangan <em>payload<\/em> AIS <em>receiver<\/em> untuk digunakan pada satelit LEO. <em>Payload <\/em>AIS <em>receiver<\/em> yang dirancang untuk CubeSat meliputi perangkat keras <em>receiver<\/em> sinyal AIS, perangkat lunak pengolah data AIS, serta sistem komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan data dari satelit ke <em>ground station<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci: AIS <em>receiver<\/em>, CubeSat, <em>Doppler shift<\/em>, <em>link budget<\/em>.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601003 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>UBEACON \u2013 PERSONALISASI INFORMASI DAN PROMOSI DI LINGKUNGAN KAMPUS DENGAN IBEACON<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>ASTARI PURNOMO 13212037<br \/>\n<\/strong><strong>RIZKY INDRA SYAFRIAN 13212049<br \/>\n<\/strong><strong>ADIRGA IBRAHIM KHAIRY 13212102<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tugas akhir ini menjelaskan perancangan uBeacon sebagai sistem <em>smart campus <\/em>yang terdiri dari aplikasi <em>smartphone <\/em>berbasis Android yang terintegrasi dengan <em>beacon<\/em>, serta <em>back-end application <\/em>yang dirancang menggunakan platform IBM Bluemix. Dalam perancangannya digunakan protokol komunikasi <em>Message Queuing Telemetry Transport <\/em>(MQTT) untuk mengelola sistem informasi di kampus. Aplikasi ini memiliki empat fitur utama, yaitu <em>User Personalization<\/em>, <em>Push Notification<\/em>, <em>Beacon Info<\/em>, dan <em>Attend Class<\/em>. Sistem ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memperoleh informasi seputar kampus secara cepat, tepat, dan personal. Melalui personalisasi yang telah dilakukan oleh pengguna, maka informasi dapat dikirimkan ke pengguna berdasarkan keanggotaan pengguna di unit dan program studi. Aplikasi akan menampilkan informasi yang berasal dari web server, sehingga dalam implementasinya diperlukan integrasi yang baik antara aplikasi dan <em>back-end application <\/em>menggunakan protokol MQTT. Selain itu, dengan menggunakan <em>beacon <\/em>dapat dilakukan <em>monitoring <\/em>terhadap mobilisasi mahasiswa dan pengunjung kampus. Dalam pengujian, aplikasi uBeacon telah berjalan dan terintegrasi dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kata kunci<\/strong>: <em>Android<\/em>, <em>Beacon<\/em>, IBM Bluemix, dan MQTT.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601004 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>SISTEM PERINGATAN DINI ILLEGAL FISHING<br \/>\n<\/strong><strong>MENGGUNAKAN AUTOMATIC IDENTIFICATION<br \/>\n<\/strong><strong>SYSTEM (AIS) SATELIT LAPAN<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Syaiful Andy \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 13212050<br \/>\n<\/strong><strong>Muhammad Riksa A. R. S. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 13212077<br \/>\n<\/strong><strong>Hilmy Aziz \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 13212131 <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Illegal fishing <\/em>merupakan kegiatan yang dapat menyebabkan kerugian sangat besar untuk Indonesia. Wilayah perairan Indonesia yang luas membuat kegiatan pengawasan <em>illegal fishing <\/em>menjadi suatu hal yang cukup sulit dilakukan. Akan tetapi, peraturan internasional yang mewajibkan setiap kapal untuk mengirimkan data perjalanannya menggunakan sinyal AIS dapat menjadi kesempatan untuk mendeteksi kapal-kapal yang melakukan <em>illegal fishing<\/em>. Proses pendeteksian tersebut dilakukan dengan menerima data AIS dari kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia untuk kemudian diunggah ke komputer <em>server. <\/em>Data-data yang telah dikumpulkan di <em>server <\/em>tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan apakah suatu kapal terindikasi melakukan <em>illegal fishing <\/em>atau tidak. Hasil analisis sistem kemudian ditampilkan pada halaman <em>web <\/em>beserta data seluruh kapal yang telah diterima <em>server. <\/em>Hasil analisis juga dikirim ke <em>email <\/em>pengawas yang telah terdaftar sehingga kegiatan <em>illegal fishing <\/em>dapat diproses lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci : AIS, <em>illegal fishing, <\/em>Indonesia, <em>realtime<\/em>.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601005 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>APLIKASI IoT VISCAR: SISTEM MONITORING<br \/>\nPENGGUNAAN BAHAN BAKAR MOBIL<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Samuel Adelwin Mulia (132 12 002)<br \/>\nIrena Yosephine (132 12 003)<br \/>\nVivi Novia (132 12 010)<br \/>\nPROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Masalah-masalah yang berkaitan dengan efisiensi penggunaan bahan bakar sangat berpotensi dialami oleh jasa rental mobil. Sistem pengembangan Internet of Things \u2013 VISCar pada mobil untuk mengawasi efisiensi penggunaan bahan bakar dengan interface berupa aplikasi pada smartphone diusulkan sebagai solusi. VISCar dilengkapi dengan empat fitur, yaitu analisis perilaku mengemudi, monitoring, notifikasi, serta lokasi dan rute SPBU. Sistem ini terdiri dari tiga buah subsistem, mencakup konektor, server, dan user interface. Data internal mobil dikirim oleh OBDII melalui Bluetooth ke Raspberry Pi yang diteruskan dan disimpan pada server melalui koneksi 3G. Data tersebut dialirkan ke user interface melalui MQTT dan diolah pada server untuk kepentingan analisis. Pengujian menunjukkan bahwa sistem VISCar berhasil dirancang dan diimplementasikan untuk mengawasi efisiensi penggunaan bahan bakar bagi jasa rental mobil dengan empat fitur pendukungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci\u2014 VISCar, efisiensi bahan bakar, analisis, monitoring, notifikasi, lokasi SPBU.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601006 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>RANCANG BANGUN <em>FLAPPING WINGS MICRO AERIAL VEHICLE<\/em>: SISTEM KENDALI, SENSOR DAN TELEMETRI<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Flapping Wings <\/em>MAV memiliki keunggulan berupa kestabilan dan ketahanan dibandingkan MAV yang lain. Wahana terbang <em>flapping wings <\/em>dapat dimanfaatkan untuk pengambilan gambar dalam hal <em>inspecting, surveillance, <\/em>dan <em>spying <\/em>terutama ke daerah \u2013 daerah yang sulit dijangkau. Pada Tugas Akhir ini kami merancang FWMAV bernama Papatong.<br \/>\nPerancangan platform terbang Papatong meliputi pemilihan komponen elektrikal dan perancangan mekanikal terbang. Pemilihan komponen dan bahan mengutamakan pada dimensi yang kecil dan ringan namun tetap memperhatikan performansi. Perancangan mekanik platform terbang mengadaptasi dari penelitian tentang <em>flapping wings <\/em>MAV yang sudah ada. Hasil perancangan tiap bagian diintegrasikan dengan komponen elektrikal hingga menjadi suatu platform terbang Papatong. Setelah melalui berbagai proses percobaan dan mengalami kegagalan, platform terbang yang telah terintegrasi dapat terbang dengan mekanisme kepakan sayapnya dan dapat dikendalikan dengan cukup baik.<br \/>\nPapatong disertai teknologi LISA\/S untuk sistem kendali. <em>Board <\/em>LISA\/S mempunyai fitur <em>Inertial Measurement Unit <\/em>(IMU), driver motor, GPS, dan fasilitas port untuk aktuator lain dalam ukurannya yang kecil. Pengujian attitude stabilization Papatong dilakukan saat terbang dalam mode manual dan otomatis (AUTO1) yang terintegrasi pada Ground Control Station (GCS). Hasil dari attitude stabilization ini adalah Papatong dapat terbang mulus pada mode penerbangan manual dan AUTO1, lalu dioptimalisasi untuk mode AUTO2, yaitu mode yang sepenuhnya autonomous.<br \/>\nPengembangan model matematika juga dibuat untuk kegiatan perancangan FWMAV untuk kedepannya yang didapat lalu disimulasikan pada SIMULINK. Input simulasi yang dilakukan mengikuti bentuk FWMAV 4 sayap Papapatong. Simulasi akan menghasilkan gaya-gaya aerodinamika seperti <em>thrust <\/em>dan <em>lift <\/em>juga nilai pergerakannya di arah translasi. Hasil perhitungan ini lalu dibandingkan dengan hasil-hasil pengukuran nyata pada FWMAV Papatong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci: flapping wing MAV; perancangan; <em>autopilot<\/em>; pemodelan<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601009 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Rancang Bangun Sistem Purifikasi Air dengan Metoda Ozonisasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Leonardus A., Novita H., Y. Marcellino D., Yudi Satria Gondokaryono<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Abstrak<\/em>\u2014 Makalah ini akan menguraikan sistem purifikasi air dengan metoda ozonisasi. Ozon merupakan metoda untuk menjernihkan air tanpa bahan kimia tambahan yang berbahaya. Sistem yang dirancang akan diimplementasikan dalam skala rumah tangga. Di dalam sistem, terdapat komponen pembangkit ozon yang dirancang berdasarkan prinsip <em>corona discharge <\/em>dan ozon yang dihasilkan diinjeksikan ke dalam aliran air sehingga proses oksidasi untuk penjernihan terjadi. Pembangkit ozon yang di-bentuk menggunakan suplai daya dengan model rangkaian <em>fly-back inverter <\/em>menghasilkan tegangan tinggi hingga 10 kV dan di-operasikan pada frekuensi pensakelaran menengah sebesar 1 kHz untuk sinyal pulsa <em>pulse-width-modulation <\/em>(PWM) dengan daya keluaran maksimum yaitu 75,4 W. Tabung <em>corona discharge <\/em>menjadi wadah dimana molekul oksigen dipecah dan terhasil ozon. Metoda dengan <em>corona discharge <\/em>dilakukan dengan pemberian tegangan tinggi dan frekuensi operasi yang cukup tinggi pula untuk membentuk <em>corona <\/em>dan memecah molekul oksigen. Sistem purifikasi air yang terintegrasi merupakan sistem terotomasi yang dikendalikan mikrokontroler dan dibuat semudah mungkin untuk dipindahkan atau diangkut dalam penggunaan peralatan rumah tangga. Pengujian dilakukan selama 45 menit untuk membangkitkan sinyal pulsa PWM yang cukup sempurna pada kanal <em>drain <\/em>IGBT tanpa distorsi beban induktif <em>step-up transformer <\/em>dan verifikasi konsentrasi yang dihasilkan dengan menggunakan titrasi kalium iodida, sensor ozon, dan <em>ozone test kit <\/em>sehingga dihasilkan ozon lebih dari 0,8 gO3\/jam atau 2,3 ppm di dalam air. Hasil eksperimen disediakan untuk evaluasi sistem purifikasi air dengan metoda ozonisasi yang diajukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata Kunci\u2014 <\/em>purifikasi air, sumber daya tegangan tinggi fre-kuensi menengah, tabung <em>corona discharge<\/em>, otomasi kontrol sis-tem, konsentrasi ozon.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601011 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>LYS \u2013 Sistem Informasi Tanah Longsor<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Adhitya Wisena, Giovani Ellisa Puspaningtyas, Kalam Adhiansyah Lutfie, Yudi Satria Gondokaryono<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Abstrak<\/em>\u2014 Pada <em>paper <\/em>ini akan dibahas mengenai produk sistem informasi tanah longsor. Sistem informasi tanah longsor merupakan sistem yang dapat melakukan pengamatan suatu area terhadap peristiwa longsor dan menampilkan informasi yang diperoleh. Sistem informasi tanah longsor yang telah kami rancang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bencana tanah longsor yang dapat digunakan sebagai sarana penelitian dan pengamatan oleh pengguna serta dapat memberikan peringatan apabila suatu area yang diamati sudah terindikasi berbahaya terhadap peristiwa longsor. Sistem informasi tanah longsor yang telah kami rancang kami beri <em>codename <\/em>LYS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata Kunci<\/em>\u2014LYS, Tanah Longsor, Sistem Informasi.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601012 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u>\u00a0<\/u><\/strong><strong>Tungku Induksi Skala Kecil<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Yosa Adi Wardana1, Ardyan Dwi Arta2, Gunawan Pratama3, Yudi Satrio Gondokaryono.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Abstrak<\/em>\u2014Tungku induksi merupakan solusi untuk pelelehan alumunium. Proses yang dilakukan adalah dengan melakukan <em>switching <\/em>frekuensi tinggi dan tegangan tinggi sehingga timbul medan magnet. Medan magnet akan memicu timbulnya arus Eddy yang dapat menimbulkan panas. Makalah ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu rangkaian <em>self oscillator<\/em>, LC(Inductor Capacitor) Tank, dan rangkaian suhu dan daya. Rangkaian <em>self oscillator <\/em>menggunakan prinsip ZVS (<em>Zero Voltage Switching<\/em>) dan memiliki 4 mode operasi ketika dijalankan. Mode operasi ini menyalurkan daya ke beban. Pada bagian LC Tank dibahas tentang penentuan tungku, kapasitor, dan <em>coil<\/em>\/kumparan. Pemilihan komponen ini diprediksi untuk dapat digunakan pada skala kecil serta mampu mencapai titik leleh kurang dari lima menit. Rangkaian daya bergantung pada nilai arus, dan nilai arus bergantung pada beban yang digunakan. Suhu pada sistem tungku induksi disebabkan karena adanya arus Eddy pada beban. Suhu tungku juga dipengaruhi posisi tungku terhadap coil. Pengujian dilakukan untuk rangkaian <em>self oscillator<\/em>, LC <em>Tank<\/em>, rangkaian daya dan suhu. Hasil pengujian yang didapatkan menunjukkan sistem switching berjalan dengan benar, sistem tungku induksi menghasilkan lelehan alumunium, range aman, berdaya rendah, dan mencapai target suhu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata Kunci\u2014tungku induksi, self oscillator, LC Tank, daya, suhu, arus Eddy, ZVS<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601013 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>PANORAMIC PHOTOGRAPHY<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Arif Saelan 13211031<br \/>\n<\/strong><strong>Ferry B. Cahyadi \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 13212136<br \/>\n<\/strong><strong>Harya Saputra 13212144<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Panoramic photography <\/em>adalah sebuah teknik fotografi yang terdiri dari pengambilan beberapa gambar terpisah secara berurutan, yang kemudian dijahit secara digital untuk menghasilkan sebuah foto panorama. Untuk dapat menghasilkan sebuah foto panorama yang ideal, perlu diperhatikan berbagai hal dalam melakukan <em>panoramic photography<\/em>, dimulai dari stabilitas kamera, besar <em>overlap <\/em>pada tiap gambar, hingga masalah parallax dalam penjahitan gambar.<br \/>\nOleh karena banyaknya faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan <em>panoramic photography<\/em>, maka dikembangkanlah produk Panoramic Photography yang menyederhanakan rangkaian proses tersebut, sehingga mudah dilakukan oleh segala kalanga. Produk Panoramic Photography ini berupa sebuah platform bermotor otomatis, diperuntukkan bagi kamera DSLR, yang dapat menahan kamera dengan stabil dan mampu berputar otomatis. Posisi kamera pada platform dapat diatur untuk mencapai <em>nodal point <\/em>yang tepat untuk mengindari masalah paralaks saat proses penjahitan, sedangkan kedua motor pada platform digunakan untuk memutar kamera secara vertical dan horizontal. Pergerakan kedua motor ini diatur oleh program utama dalam mikroprosesor yang berfungsi sebagai otak produk, dengan pengaturan sesuai dengan input yang diberikan pengguna melalui aplikasi antarmuka mobile pada gawai Android. Melalui aplikasi yang berfungsi secara nirkabel ini, pengguna dapat mengatur sudut perputaran platform sesuai dengan kamera dan lensa yang dipakai, sekaligus juga mengatur parameter pengambilan foto pada kamera seperti besar apertur atau kecepatan <em>shutter<\/em>. Produk juga memiliki perangkat lunak pendamping yang dapat menjahit rangkaian foto yang telah diambil dan menjahitnya secara otomatis menjadi sebuah foto panorama secara otomatis.<br \/>\nPengujian terhadap produk dilakukan dengan percobaan pengambilan gambar secara langsung di lapangan. Percobaan pengambilan gambar menunjukkan bahwa platform telah bergerak secara otomatis dan berhenti secara periodic, dimana kamera kemudian mengambil gambar secara otomatis. Rangkaian foto yang diambil tersebut, melalui perangkat lunak pendamping, menghasilkan foto panorama sesuai spesifikasi yang diinput.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci : <em>panoramic photography<\/em>, masalah parallax, platform otomatis, aplikasi Android, perangkat lunak penjahit citra.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601020 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Aplikasi Pengaman <em>Smarpthone <\/em>Android dari Kehilangan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>ALVIN ADITYA 13211029<br \/>\n<\/strong><strong>DIWANGKORO 13211147<br \/>\n<\/strong><strong>ADITYA RIZKI WICAKSONO 13211148<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Aplikasi pengaman <em>smartphone <\/em>dari kehilangan merupakan aplikasi anti-kehilangan untuk <em>smartphone <\/em>Android yang memiliki 5 fitur utama untuk melindungi <em>smartphone <\/em>agar resiko kehilangan dapat diminimalisir. Fitur pertama adalah fitur <em>Tracking<\/em>, memiliki fungsi utama untuk mengakuisisi data lokasi <em>smartphone <\/em>melalui fitur GPS yang dimiliki <em>smartphone<\/em>. Fitur kedua adalah fitur <em>Monitoring<\/em>, memiliki fungsi utama untuk mengakuisisi data yang terdapat pada sistem <em>smartphone<\/em>, yaitu data panggilan, SMS, level baterai, nomor SIM, serta mengambil gambar melalui kamera depan <em>smartphone<\/em>. Fitur ketiga adalah fitur <em>Locking<\/em>, memiliki fungsi utama untuk mengunci, mengubah kode kunci, dan mengatur aksi apabila password salah dimasukkan. Fitur keempat adalah fitur <em>Alerting<\/em>, memiliki fungsi membunyikan <em>smartphone <\/em>dengan volume maksimal dan membunyikan <em>smartphone <\/em>apabila kabel pengisi daya dicabut. Fitur kelima adalah fitur <em>Hidden<\/em>, memiliki fungsi utama menyembunyikan ikon aplikasi dari menu dan <em>drawer smartphone<\/em>. Masing-masing fitur aplikasi dapat diaktifkan dan dikontrol melalui SMS dan website, sedangkan untuk respon dari aplikasi ke pengguna dapat melalui SMS, website, dan <em>e-mail<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata Kunci\u2014Android; anti-kehilangan; smartphone; pengaman;<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><em>\u00a0<\/em><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601021 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Pengembangan Tungku Pemanas Induksi Berbasis Mikrokontroler ARM untuk Pemrosesan Logam Skala Laboratorium<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><em>\u00a0<\/em><\/strong>Kurnia Adi Nugroho<sup>1<\/sup>, Beny Rachmad Septiawan<sup>2<\/sup>, Grasiadi Hersanto<sup>3<\/sup>, Ir. Farkhad Ihsan Hariadi, MASc<sup>4<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Makalah ini menjelaskan tentang pengembangan tungku pemanas induksi berbasis mikrokontroler ARM untuk pemrosesan logam skala laboratorium. Alat ini dibagi menjadi tiga submodul, yaitu submodul rangkaian daya, submodul kendali temperatur, dan submodul <em>data acquisition system. <\/em>Submodul rangkaian daya memiliki fungsi untuk menghasilkan arus dan medan elektromagnetik frekuensi tinggi sebagai media pemanas benda kerja. Submodul kendali temperatur bertujuan untuk mengendalikan frekuensi yang diberikan pada gate MOSFET sehingga dapat mengatur ketinggian temperatur yang akan dihasilkan pada benda kerja dengan masukan umpan balik berupa temperatur benda kerja. Submodul <em>data acquisition system <\/em>berfungsi untuk memperoleh data temperatur benda kerja sebagai masukan umpan balik untuk submodul kendali frekuensi dan juga memperoleh data arus yang digunakan untuk memperoleh besar daya yang dikonsumsi oleh keseluruhan sistem. Dalam pengujiannya, keseluruhan sistem tungku pemanas induksi telah berjalan dengan baik dimana pengguna dapat memasukkan suhu yang diinginkan untuk melakukan penyambungan logam dengan metode <em>brazing. <\/em>Diperoleh suhu benda kerja yang semakin meningkat sangat tinggi hingga melelehkan logam <em>filling <\/em>sehingga terjadi penyambungan dua pipa besi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata Kunci&#8212; data acquisition system, kendali temperatur, rangkaian daya, tungku pemanas induksi<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601024 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Tropical Fruit Non-Destructive Quality Testing<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Felix Christian Hartanto<br \/>\n<\/strong><strong>Octavianus Surya Putra Sinaga<br \/>\n<\/strong><strong>Dian Aditya Nugraha<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tropical Fruit Non-Destructive Quality Testing akan direalisasikan ke dalam sebuah perangkat dengan nama Banter (Banana Tester). Banter merupakan suatu perangkat yang berfungsi untuk mengetahui tingkat kemanisan dari buah pisang dengan memanfaatkan sifat absorbansi inframerah pada senyawa gula. Hal tersebut akan memungkinkan pengguna melakukan penentuan tingkat kemanisan dari buah pisang tanpa melakukan perusakan buah (proses destruktif). Produk ini memiliki subsistem perolehan data (akuisisi) dengan menggunakan sinar inframerah pada panjang gelombang 940 nm dan 1070 nm (yang ditentukan berdasarkan perangkat Near Infrared Spectroscopy) yang akan diterima responsnya dengan photodioda dengan rentang 800-1700 nm. Sinyal yang berhasil diterima akan diproses dan dikuatkan sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan penentuan dari subsistem klasifikasi pada produk ini. Pada dokumen ini akan dijabarkan proses perancangan dan pengujian pada rangkaian subsistem peorlehan data.<br \/>\nPerangkat keras digunakan untuk menampilkan keluaran ke pengguna agar dapat melihat tingkat kemanisan pada mode pengujian tingkat kemanisan dan menentukan tingkat kemanisan pada mode pengambilan data. Perangkat lunak digunakan untuk mengolah data masukan dari rangkaian sensor. Data masukan diolah sehingga dapat menghasilkan keluaran berupa tingkat kemanisan berupa LED warna merah, kuning, hijau dan data masukan yang dapat disimpan pada SD card untuk pengolahan lebih lanjut. Pengujian yang dilakukan adalah seberapa lama power bank dapat menyuplai alat, kekokohan desain dalam menghadapi guncangan, kesesuain ukuran interface dengan spesifikasi dan keberhasilan menentukan tingkat kemanisan. Data masukan yang sudah menjadi data digital perlu disampling agar dalam penentuan tingkat kemanisan dapat diambil jumlah terbanyak data yang termasuk tingkat kemanisan tertentu.<br \/>\nProduk ini memiliki sebuah sistem classifier yang akan menerima data nilai tegangan photodioda NIR sebagai sensor yang digunakan. Setelah data nilai tegangan diproses pada sistem classifier dengan menggunakan metode klasifikasi yang ada, maka akan didapatkan sebuah batas penentuan (boundary decision) yang akan menjadi penentu kelas kemanisan untuk buah yang diuji. Kemudian nilai atau persamaan dari boundary decision ini akan digunakan pada sistem processing untuk diaplikasikan ke produk Banter. Pada dokumen ini akan dijelaskan proses implementasi serta hasil pengujian dari sistem classifier yang dirancang untuk menentukan tingkat kemanisan pisang dan didapatkan hasil bahwa sistem classifier untuk produk Banana Tester (Banter) belum dapat mengeluarkan hasil boundary decision dikarenakan kekurangan data training untuk diolah pada sistem classifier.<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong> Keyword<\/strong>: Banter, tingkat kemanisan , pisang, absorbansi, inframerah, spektroskopi<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601025 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>BATTERY MANAGEMENT SYSTEM PADA ATV LISTRIK<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Luisa Catherine, Atria Shaula Chaniago, Orvin Demsy<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Baterai merupakan salah satu alternatif sumber energi bagi kendaraan. Baterai merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, tidak seperti kendaraan konvensional yang produk pembakarannya dapat mencemari lingkungan. Pada masa ini, perusahaan mulai beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.<br \/>\nDalam kendaraan listrik umumnya digunakan baterai jenis litium yang harganya relatif mahal. Oleh karena itu, pemakaian baterai pun harus dikontrol agar optimal dan bertahan lama. Salah satu cara untuk membantu pengguna menggunakan baterai secara bijak adalah dengan <em>Battery Management System <\/em>(BMS). BMS akan mengendalikan daya yang ditarik dari baterai, dan menambahkan sumber energi sekunder yaitu <em>supercapacitor <\/em>untuk mengurangi fluktuasi arus. BMS juga akan menyamakan tegangan antar <em>cell <\/em>baterai, dan memonitor kondisi baterai seperti arus, suhu dan SoC.<br \/>\nTopologi yang digunakan dalam sistem BMS adalah <em>full active hybrid<\/em>. Di dalamnya terdapat <em>dc\/dc converter <\/em>sebagai penyalur daya utama pada baterai dan penyalur daya sekunder pada supercapacitor. Pada bahasan ini, penulis akan menjelaskan perancangan, implementasi, dan pengujian <em>dc\/dc converter <\/em>pada baterai <em>lithium-ion polymer <\/em>dan <em>supercapacitor. <\/em>Penulis juga akan mengimplementasikan <em>active cell balancing <\/em>pada baterai, melakukan pengukuran suhu dan arus, serta menghitung <em>state-of-charge <\/em>baterai. <em>Controller <\/em>yang digunakan pada sistem adalah STM32F4 Discovery.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci : <em>DC\/DC converter<\/em>, <em>STM32F4, Lithium-ion polymer, supercapacitor, active cell balancing, state-of-charge<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601029 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Rancang Bangun <em>Development Platform <\/em>Robot Berkaki Enam<br \/>\n<\/strong><strong>Modularitas sistem sensor dan pemrograman berbasis <em>state machine <\/em>untuk robot hexapod<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong>Evan Prianto, Fabiola Maria Teresa R. Kinasih, Hans Herdian, Kusprasapta Mutjiarsa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Abstrak<\/em>\u2014Salah satu keterbatasan dari platform robot pemadam api berkaki enam yang selama ini dibuat untuk kompetisi adalah keterbatasannya dalam penerapan perangkat eksternal (sensor\/aktuator). Sebagai akibatnya, hampir setiap tahun perlu dilakukan perancangan paltform baru dari awal, yang mengakomodasi sensor-sensor dan aktuator yang akan digunakan untuk misi yang akan diterapkan pada pada tahun ini. Hal ini juga menghambat pengembangan algoritma yang akan diterapkan untuk menyelesaikan misi yang akan dilaksanakan. Dari sisi algoritma, penerapan pemrograman prosedural (<em>imperative<\/em>) yang selama ini diterapkan pada robot pemadam api berkaki memiliki kelemahan yaitu rendahnya tingkat keterbacaan program ketika program sudah semakin kompleks. Proyek tugas akhir ini merupakan langkah awal dari salah satu solusi komprehensif yang dapat diterapkan untuk mendukung dan mempercepat proses pengembangan robot pemadam api berkaki yang dilakukan di sekolah-sekolah dan universitas. Pada akhir makalah ini ditampilkan salah satu hasil pengujian fungsi-fungsi dasar robot berkaki dengan menggunakan <em>development platform <\/em>yang telah dibuat. Pada platform ini diterapkan <em>expansion board <\/em>untuk <em>board <\/em>Nucleo STM32F446RET6 dan pemrograman berbasis <em>state machine <\/em>dengan Quantum Leaps Modeler. Penerapan antarmuka sensor universal (<em>expansion board<\/em>) pada platform memungkinkan kustomisasi sensor dan aktuator dengan mudah, dan dengan penerapan sistem pemrograman <em>state machine<\/em>, algoritma yang diterapkan pada program dapat lebih mudah dipahami oleh pemrogram lain ataupun pengguna <em>development platform <\/em>yang akan melakukan pengembangan tahap selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata Kunci<\/em>\u2014<em>Development Platform, <\/em>Antarmuka Sensor Universal, Robot Berkaki Enam, <em>State Machine Based Programming<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><em>\u00a0<\/em><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601031 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>SISTEM VISUAL DENGAN <em>MULTIPLEXING <\/em>DAN <em>OVERLAY <\/em>PADA PESAWAT<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Muhammad Syarifudin, Firsan Candra Pratama, Isro Bayu Farhan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sistem visual dengan <em>multiplexing <\/em>dan <em>overlay <\/em>video pada pesawat merupakan suatu sistem yang mengolah data video sesuai dengan pengaturan yang diberikan pengguna untuk ditampilkan pada layar monitor. Sistem ini menggunakan dua video pada bagian <em>input <\/em>untuk menghasilkan satu video pada bagian <em>output<\/em>.<br \/>\nVideo <em>input <\/em>yang diterima akan diolah melalui proses <em>multiplexing <\/em>atau <em>overlay <\/em>melalui beberapa modul, seperti Clocked Video Input, Frame Buffer, Clock-crossing Bridge, DDR2 Controller, Video Duplicator, Multiplexer, Clipper, Alpha Blending Mixer, dan Clocked Video Output sehingga dapat diperoleh video <em>output <\/em>yang siap ditransmisikan. Selain itu, ada beberapa modul yang digunakan untuk mendukung modul lainnya, seperti PLL, Signal Generator, Alpha Source, Alpha Calculator, Alpha Stub, Nios II Processor, On-chip Memory dan JTAG UART. Modul-modul tersebut diimplementasikan dengan menggunakan <em>board <\/em>FPGA Altera Stratix DE4 dan <em>software <\/em>Altera Quartus II. Pada <em>software <\/em>Altera Quartus II, digunakan <em>tools <\/em>yang bernama MegaWizard, Qsys, dan Nios II Software Builder Tools for Eclipse untuk mempermudah implementasi modul yang diperlukan. Video <em>output <\/em>yang diperoleh akan ditransmisikan dengan menggunakan <em>board <\/em>ARINC 818.<br \/>\nHasil yang diperoleh pada sistem ini adalah data dari masing-masing sumber video akan melalui proses <em>multiplexing <\/em>untuk menampilkan salah satunya saja atau melalui proses <em>overlay <\/em>untuk menggabungkan keduanya dan ditampilkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci : ARINC 818, <em>multiplexing<\/em>, Quartus II, Stratix DE4, <em>overlay<\/em>.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601032 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>NATIONAL SMART CARD FOR E-HEALTH SYSTEM<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Mahendra Drajat Adhinata, Novi Prihatiningrum, Ricky Disastra<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Smart card <\/em>merupakan kartu yang memiliki prosessor dan memori di dalamnya. Prosessor dan memori ini membuat kartu tersebut mampu mengolah perintah yang diberikan oleh pengguna dan dapat digunakan untuk menyimpan data. Keberadaan smart card dapat bermanfaat untuk berbagai hal dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya pada sistem e-health. Smart card dapat digunakan untuk menyimpan data rekam medik pasien sehingga memudahkan perpindahan data antar fasilitas kesehatan. Untuk mendukung fungsi tersebut, diperlukan desain <em>smart card <\/em>yang memiliki <em>file system <\/em>yang baik dan arsitektur yang mendukung fitur keamanan sehingga dapat diaplikasikan untuk menyimpan data kesehatan dengan baik dan aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci : Smart card, sistem operasi, e-health, file system.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u>\u00a0<\/u><\/strong><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601038 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>LiberoVision: <em>Fast Multiple Object Tracking<\/em> Menggunakan <em>Multiple Field Camera<\/em> untuk Aplikasi Tracking Atlet pada Permainan Sepak Bola<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Bima Sahbani <sup>1)<br \/>\n<\/sup><\/strong><strong>Muhamad Aznan Firmansyah <sup>2)<br \/>\n<\/sup><\/strong><strong>Hammas Hamzah Kuddah <sup>3)<\/sup><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">LiberoVision merupakan suatu sistem yang dapat menghasilkan statistic pertandingan sepakbola dengan hanya menggunakan beberapa kamera yang merekam pertandingan. Kami menggunakan statistic yang dihasilkan sebagai data tambahan bagi pelatih untuk menganalisa pertandingan dan untuk membantu mereka memutuskan dengan lebih baik selama pertandingan berlangsung. Kami juga menggunakan data tersebut untuk memperkaya visualisasi pertandingan yang disediakan oleh perusahaan broadcasting. Pada makalah ini kami mengimplementasikan sistem berbasis penglihatan computer untuk menghasilkan statistik individu pemain selama pertandingan. Kami mengimplementasikan sebuah sistem yang terdiri atas homografi dan kalibarasi kamera, pendeteksian obyek, sistem pengikut pemain, dan antar muka untuk pengesetan parameter sistem secara manual. Kontibusi utama kami adalah pada pengkombinasian beberapa teknologi yang tersedia menjadi sebuah sistem yang dapat menyelesaikan permasalahan tracking secara handal. Hasil yang didapatkan memiliki akurasi 1.2 meter untuk koordinat x, dan 1.6 meter untuk koordinat y, dengan kecepatan pemrosesan sebesar 11 citra per detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata Kunci: <em>Statistik pertandingan, penglihatan komputer, visualisasi<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601039 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI GERAK ROBOT NAO SEBAGAI ROBOT PELAYAN RESTORAN (LUMEN WAITER)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Hilmi Fadli (13212069)<br \/>\n<\/strong><strong>Dewi Nala Husna (13212071)<br \/>\n<\/strong><strong>Irfan Markus Riando Simamora (13212092)<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Abstrak \u2013 <\/em>Lumen Social Robot merupakan sebuah pengembangan robot humanoid agar dapat menjadi teman bagi manuia. Pada studi ini, Lumen dikembangkan menjadi pelayan restoran. Peran sebagai pelayan dibatasi pada mengantarkan dan memberikan buku menu kepada pelanggan, serta melakukan interaksi sederhana dengan pelanggan. Agar dapat menjalankan peran sebagai pelayan restoran, Lumen didukung dengan beberapa hal, yaitu robot NAO, server, dan beberapa modul lainnya. Dalam karya tulis ini akan dibahas desain sistem Lumen Waiter dan implementasi modul <em>Regulation and Stability, Visual Based Tracking, <\/em>dan <em>Human Gesture Imitation. Regulation and Stability <\/em>merupakan modul yang bertugas memperbaiki gerakan Robot NAO. Di dalamnya terdapat pemodelan, perancangan pola berjalan, dan kompensasi trayektori dengan menggunakan metode Neuro-Fuzzy. <em>Visual Based Tracking <\/em>adalah modul yang bertugas melakukan komputasi posisi wajah pelanggan dengan memanfaatkan data dari modul <em>Face Detection<\/em>. <em>Human Gesture Imitation <\/em>merupakan modul yang bertugas membuat gerakan memberikan dan menerima buku menu. Pembuatan gerakan berdasarkan rekaman data dari kamera Kinect. Kesemua modul tersebut diintegrasikan oleh modul integrasi yang membuat sistem ini menghasilkan peran sebagai pelayan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci \u2014 Lumen, pelayan, NAO, Integrasi.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601041 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Anti-Collision Warning System<br \/>\n<\/strong><strong>By<br \/>\n<\/strong><strong>Aris Prianto 13212012<br \/>\n<\/strong><strong>Luqman Alfarisi 13212128<br \/>\n<\/strong><strong>Zuhditazmi 13212149<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Makalah ini memaparkan tentang tahapan perancangan, implementasi, dan pengujian dari Anti Collision Warning System. ACWS merupakan suatu perangkat yang dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan operator kendaraan di suatu area tambang terhadap kendaraan dan objek lain di sekitarnya. Dengan meningkatnya kewaspadaan operator, diharapkan jumlah kecelakaan di area tambang akan menurun. ACWS diimplementasikan secara langsung pada tiap kendaraan tanpa infrastruktur tambahan di area tambang. Sub sistem penyusunnya meliputi sistem pendeteksi lokasi kendaraan, sistem komunikasi radio, dan sistem peringatan. Komunikasi antar ACWS dilakukan dengan komunikasi radio. Untuk dapat memenuhi fungsi pencegahan kecelakaan, ACWS harus dapat mendeteksi hingga 5 kendaraan di sekitarnya dalam radius 100m. Dari hasil pengujian yang dilakukan terbukti bahwa ACWS yang dibuat dapat memenuhi spesifikasi untuk mencegah kecelakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci : Collision Avoidance, Global Positioning System, Radio Communication<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601042 #<\/u><\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Pengembangan <em>Secure Phone<br \/>\n<\/em><\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Albertus Anugerah Pekerti, M Ikhlashul Amal, Ahmad Fitriyansah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sampai dengan saat ini, komunikasi menggunakan <em>Global System fo Mobile Communication <\/em>(GSM) masih menjadi suatu layanan komunikasi digital yang popular di dunia, terutama di Indonesia. Hal ini mengakibatkan masalah keamanan komunikasi melalui GSM menjadi suatu hal yang vital terutama bagi pihak-pihak tertentu yang memang membutuhkan kerahasiaan informasi melalui pengamanan jalur komunikasi. Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem untuk mengamankan jalur komunikasi GSM baik lewat komunikasi telepon maupun SMS. Untuk melakukan pengamanan ini digunakan enkripsi pada suara yang akan dikirim lewat telepon dan juga pesan yang akan dikirim lewat SMS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata Kunci : GSM, LPC, VoIP, RTP, SIP, SMS, ECDH, AES.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><u><\/u><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601043 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>PERANCANGAN SISTEM KOMUNIKASI BERBASIS CAHAYA TAMPAK UNTUK APLIKASI <em>MONITORING <\/em>PASIEN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Abstract- Makalah ini bersisi tentang komunikasi berbasis cahaya tampak untuk aplikasi monitoring pasien. Sistem ini terdiri dari dua jenis perangkat yaitu devais pasien dan coordinator. Komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi dua arah dimana komunikasi cahaya tampak adalah komunikasi kebawah (downlink) dan komunikasi inframerah merupakan komunikas keatas (uplink). Sistem komunikasi ini membantu tenaga medis untuk memantau pasien dengan sistem nirkabel yang lebih aman dan nyaman digunakan. Perangkat ini menggunakan modul analog (AFE) dan modul pemrosesan serta dilengkapi dengan perrangkat lunak sebagai middleware. Perangkat lunak terdiri dair PHY layer yang berisi paketisasi data dan forward error correction dan MAC layer sebagai pengatur seluruh jalur transmisi pada system. Perancangan dilengkapi dengan user interface sebagai system pemantau pasien oleh tenaga medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci: AFE, middleware, MAC layer, PHY layer, VLC<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><u><\/u><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601046 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u>\u00a0<\/u><\/strong><strong>Terminal Appointment System<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong>Jayson Fetra, Fikri Abdul Azis, Fransiscus Abrianto Jonathan<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Abstract<\/em>\u2014 Kegiatan ekspor impor meningkat secara pesat seiring dengan terjadinya globalisasi. Hal ini berakibat terhadap naiknya jumlah truk pengangkut container yang datang ke pelabuhan. Namun, belum terdapat sebuah system yang mengatur pola kedatangan truk sehingga terjadi kemacetan di sekitar terminal pelabuhan pada saat jam sibuk. Terminal Appointment System (TAS) dapat menjadi solusi praktis permasalahan tersebut. TAS merupakan sistem berbasis web yang berfungsi untuk mengatur kedatangan truk. Sistem pada TAS mewajibkan truk untuk menetapkan perjanjian dengan pihak operator terminal sebelum truk datang menuju gate. Untuk menetukan persebaran jumlah kedatangan truk, TAS membatasi kedatangan truk dengan cara menetapkan kuota untuk setiap periode waktu tertentu. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan pemodelan antrian pada gate dan dilakukan optimasi agar dapat dicari kuota optimal. Pemodelan antrian pada gate dilakukan menggunakan pendekatan Bisection-Pointwise Stationary Fluid Flow Approximation (BPSFFA) dan pemodelan optimasi kuota diselesaikan menggunakan Algoritma genetika. Kedua pemodelan ini diimpelementasikan menggunakan MATLAB. Fitur ini kemudian dibuatkan GUI agar pengguna dapat menggunakan fitur dengan mudah. Hasil dari fitur ini menunjukan terjadinya pengurangan waktu antrian, pengurangan panjang antrian, dan estimasi kedatangan truk yang lebih tersebar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata kunci\u2014Terminal Appointment System; BPSFFA Algorithm;truck congestion; Scheduling Trucks<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601058 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Sea Robot for Surveillance<br \/>\n<\/strong><strong>Perancangan Robot Berbasis Remotely Operated Underwater Vehicle<br \/>\n<\/strong>Oleh:<br \/>\nArfie Nugraha (13212008)<br \/>\nNadia Dewanti (13212042)<br \/>\nMuhammad Elyan Andaswara (13212056)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sea robot for surveillance dikembangkan dengan basis Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV), yaitu kendaraan nirawak yang dikendalikan oleh operator melalui stasiun kendali permukaan. Untuk dapat melakukan tugas inspeksi dan manipulasi dengan baik, ROV yang dikembangkan terdiri dari delapan modul yaitu: modul stasiun kendali permukaan, modul daya, modul pengamatan sikap, modul kendali, modul penggerak, modul pengolahan citra dan pengukuran dimensi, modul instrumentasi, serta modul manipulator. Sistem komunikasi yang digunakan antara kendali permukaan dengan kendali pada ROV menggunakan metode RS-485 yang berbasis UART. Kerangka yang dibangun dengan dimensi 55cm x 40 cm x 30 cm dengan bobot sekitar 10 kg membuat ROV dapat bermanuver dengan baik; konfigurasi enam thruster membuat ROV dapat bermanuver dalam empat derajat kebebasan; streaming gambar melalui kamera dengan protokol TCP\/IP membuat pengguna dapat melihat kondisi bawah air secara real time; sensor yang diintegrasikan membuat ROV mampu mengumpulkan data kondisi bawah air seperti suhu, tekanan, kelembaban, dan posisi ROV terhadap acuan kerangka inersia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci: ROV, <em>thruster<\/em>, manipulator, instrumentasi, UART, citra.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601059 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>TESTBED SISTEM OPTIMALISASI KENDARAAN LISTRIK<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam tugas akhir ini, terdapat tiga buah submodul utama yaitu antarmuka pengguna, kendali motor dan pemulihan energi. Pertama, submodul antarmuka pengguna digunakan sebagai penentu profil jalan yang ingin dilalui pengguna, menerima parameter kendaraan listrik yang akan diuji dan menampilkan performa dari kendaraan listrik yang diuji kepada pengguna secara <em>real-time<\/em>. Selain itu, untuk komunikasi antara GUI dengan sistem yang menguji performa kendaraan listrik digunakan <em>Control Area Network <\/em>(CAN). Selanjutnya, submodul pemulihan energi berfungsi untuk mengurangi hilangnya energi akibat pengereman, khususnya ketika kendaraan disimulasikan menuruni jalan. Maka, dalam submodul ini, terdapat fitur pengereman regeneratif yang akan mengonversikan energi kinetik menjadi listrik. Ketiga, submodul kendali dua motor arus searah tanpa sikat yang terkopel bersama secara mekanik dengan <em>driver <\/em>penggerak secara kendali torka langsung.<br \/>\nHasil yang didapat pada submodul pemulihan energi menunjukkan adanya arus yang masuk ke superkapasitor sebab meningkatnya tegangan superkapasitor. Tegangan <em>back-emf <\/em>dan tegangan keluaran <em>boost converter <\/em>saat dihubungkan ke superkapasitor akan mengalami penurunan dengan level tegangan yang hampir sama dengan superkapasitor. Lalu,meningkat seiring meningkat pula tegangan superkapasitor hingga berhenti pada tegangan keluaran <em>boost converter <\/em>yang telah ditentukan sebelum dihubungkan dengan superkapasitor. Dari hasil perancangan submodul kendali motor yang dilakukan didapatkan pengendalian kecepatan dan torka yang meghasilkan osilasi yang tetap disekitar nilai referensi dengan kecepatan maksimum sekitar 1800 RPM dan pengendalian arus didapatkan hasil osilasi yang tetap disekitar nilai referensi pada range sekitar 10 \u2013 18 A. Keluaran mengalami osilasi tetap akibat <em>driver <\/em>yang digunakan menyebabkan sistem bekerja seperti <em>switch <\/em>sehingga digunakan algoritma <em>switching <\/em>pada kedua submodul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci : Antarmuka Pengguna, <em>boost converter, <\/em>CAN, <em>direct torque control, <\/em>osilasi, pengereman regeneratif.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601060 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM DIGITAL ASSISTANT BERBASIS GOOGLE GLASS PADA RUMAH SAKIT<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Oleh:<br \/>\nDaryl Haris Antoni Junior (13212133)<br \/>\nMuhammad Nur Pratama (13212140)<br \/>\nYusrina Nur Dini (13212058)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demi meningkatkan kinerja rumah sakit, salah satu solusi yang diperlukan adalah sebuah sistem yang dapat mempermudah staf medik fungsional dalam menunaikan tugasnya. Makalah ini membahas mengenai desain dan implementasi sistem digital assistant yang dirancang untuk staf medik fungsional di rumah sakit. Sistem ini diimplementasikan pada perangkat keras Google Glass, PC, tablet, dan ponsel pintar. Perangkat Google Glass dilengkapi dengan dua modul yaitu modul data pasien dengan fitur face recognition serta modul komunikasi dengan fitur livestreaming. Perangkat PC diimplementasikan menggunakan ASP.NET Application dan terdiri dari modul face training, beberapa modul pengolahan data, pengunduhan data resep. Perangkat tablet dan ponsel dilengkapi dengan modul personalia dan modul tampilan rekam medis. Perangkat tablet juga dilengkapi dengan fitur penulisan resep. Seluruh proses pada keempat perangkat tersebut membutuhkan webservice untuk dapat dieksekusi. Hasil implementasi mengindikasikan bahwa keempat perangkat lunak telah sesuai dengan rancangan dan terintegrasikan dengan database SIRS tingkat rumah sakit melalui web service.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kata Kunci<\/strong>\u2014 digital assistant, google glass, rumah sakit.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601061 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>ROBINHUD SISTEM <em>Head-up Display<\/em> untuk Mobil<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Richard Budianto\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><strong>132120<\/strong><strong>04<br \/>\n<\/strong><strong>Fajar Bahari\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><strong>132120<\/strong><strong>30<br \/>\n<\/strong><strong>Kristanto R. W.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><strong>13212<\/strong><strong>135<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada makalah ini dibahas mengenai perancangan, implementasi dan pengujian sistem <em>head-up display<\/em> untuk mobil. <em>Head-Up Display<\/em> (HUD) adalah suatu <em>display<\/em> transparan yang menampilkan data dengan kondisi pengguna HUD tersebut tidak perlu mengalihkan pandangannya pada apa yang diamatinya. Secara garis besar, terdapat tiga fitur utama untuk menunjang sistem <em>head-up display<\/em> ini, yakni fitur navigasi, fitur <em>monitoring<\/em>, dan fitur <em>warning<\/em>.<br \/>\nPada <em>head-up display<\/em> untuk mobil ini ditampilkan tampilan navigasi dan beberapa data yang diperoleh dari lingkungan sekitar mobil dengan memanfaatkan dua jenis sensor dan modul kamera dalam menjalankan fiturnya. Fitur navigasi berada pada aplikasi RobinHUD untuk <em>smartphone<\/em> berbasis Android. Sensor temperatur yang digunakan adalah DS18B20 sebagai realisasi fitur <em>monitoring<\/em>. Modul kamera yang digunakan dalam mengambil gambar bagian belakang mobil adalah Raspberry PiCamera dan sensor ultrasonik yang digunakan dalam mengukur jarak dari sensor ke suatu objek adalah HC-SR04 sebagai realisasi fitur <em>warning<\/em>.<br \/>\nPengolahan data-data sensor dilakukan pada <em>single-board microcontroller<\/em> Arduino UNO yang terhubung secara serial via USB dengan <em>single-board computer<\/em> Rasbperry Pi 3yang juga mengolah hasil dari modul kamera dan sebagai server dalam sistem. Data-data sensor dan hasil modul kamera ini kemudian ditransfer ke <em>smartphone<\/em> sebagai client menggunakan komunikasi data secara <em>wireless<\/em> dengan socket Transmission Control Protocol (TCP) untuk ditampilkan pada aplikasi RobinHUD yang selanjutnya diproyeksikan ke layar HUD dengan bantuan proyektor. Transfer data terealisasi dengan jaringan yang dibangun menggunakan modem pada Raspberry Pi 3. Hal-hal yang disampaikan oleh sistem <em>head-up display<\/em> ini diharapkan dapat membantu dan memudahkan pengguna dalam berkendara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata Kunci<strong>\u2014 <\/strong>Aplikasi, fitur <em>monitoring<\/em>, fitur <em>warning<\/em>, fitur navigasi, temperatur, ultrasonik, Raspberry PiCamera, server, socket TCP, RobinHUD, Android<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601065 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI<br \/>\n<\/strong><strong>BITS: SISTEM MANAJEMEN PARKIR DI PINGGIR JALAN<br \/>\n<\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Alvin Lianto[1], Rico Valentino[2], Jedidiah Wahana[3]<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertumbuhan dan perkembangan Kota Bandung turut meningkatkan jumlah mobil yang berlalu-lalang di lalu lintas kota Bandung. Peningkatan ini tidak ditunjang dengan pertambahan lahan parkir serta manajemen parkir yang menunjang sehingga lalu lintas terhambat dan parker liar turut bermunculan di mana-mana. BITS hadir sebagai solusi praktis, inovatif, dan ekonomis bagi pemerintah Kota Bandung untuk mengatasi masalah tersebut.<br \/>\nBerbasis konsep IoT (Internet of Things), Bandung Integrated Transportation System atau BITS hadir sebagai sistem manajemen perparkiran pinggir jalan kota Bandung yang dirancang dengan teknologi terkini namun berbiaya terjangkau serta dapat diakses melalui aplikasi <em>smartphone <\/em>Android. Dengan BITS, warga Kota Bandung dapat mengetahui slot parker pinggir jalan yang masih tersedia di sekitar lokasi yang dituju sehingga mobilitas warga lebih efisien. Parkir liar yang tidak diminati perlahan akan menghilang, lalu lintas semakin lancar, dan retribusi bidang perparkiran semakin bertambah ke pemerintah Kota Bandung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>Kata Kunci<\/em><\/strong><em>\u2014BITS, Internet of Things (IoT), Sensor Magnetoresistif, Web Server, Aplikasi Android<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center\"><strong><u># TA NUMBER \u2013 151601066 #<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>PENGEMBANGAN INSTRUMENTASI PENCITRA <em>ELECTRICAL IMPEDANCE TOMOGRAPHY<\/em> DENGAN MODUL AKUISISI DATA BERBASIS <em>FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY<br \/>\n<\/em><\/strong><strong>Oleh<br \/>\n<\/strong><strong>Edward Emanuel Alexander, Hansen Leonard Andreas, Rizard Renanda Adhi Pramono<\/strong><strong>, Ir. Farkhad Ihsan Hariadi, dan Dr. Hasballah Zakaria <\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Electrical Impendance Tomography<\/em> (EIT) merupakan suatu modalitas baru yang merekonstruksi citra potongan dari objek 3D asli. EIT sudah cukup umum digunakan pada analisis pergerakan fluida dalam pipa dan geologi, tetapi pada proyek ini, EIT memiliki fokus pada bidang medis. EIT dapat digunakan sebagai modalitas pencitraan dari persebaran impedansi internal tubuh manusia yang menjadi perhatian. Dibandingkan dengan metode lain, EIT lebih cepat, murah, dan mudah dipindahkan. Secara umum, sistem EIT terdiri dari rangkaian elektroda, sumber arus konstan, sistem akuisisi data, dan PC yang di dalamnya terdapat algoritma rekonstruksi citra. Sumber arus dengan frekuensi dan magnituda rendah diinjeksikan ke elektroda dan DAS mengumpulkan data tegangan pada elektroda. UART digunakan sebagai alat komunikasi antara FPGA dengan PC lewat USB. Rekonstruksi algoritma sendiri terdiri dari 2 <em>solver<\/em> yaitu <em>Forward Solver<\/em> dan <em>Inverse Solver<\/em>. Algoritma tersebut menyelesaikan <em>governing equation<\/em> dari EIT dengan cara numerik karena EIT yang termasuk dalam <em>ill-posed problem.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Kata Kunci<\/em>: EIT, Elektroda, Rekonstruksi Citra, Sistem Akuisisi Data, Sumber Arus<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># TA NUMBER \u2013 151601002 # PERANCANGAN PERANGKAT AIS RECEIVER UNTUK CUBESAT DAN ANALISIS LINK BUDGET Oleh Adil Aldianto Nooril (13212017) Afdhal Hanif (13212044) Meynard Danam Purwa Atmaja (13212138) Automatic Identification System (AIS) merupakan sebuah sistem komunikasi yang digunakan oleh kapal-kapal untuk berkomunikasi dengan kapal-kapal lain di sekitarnya serta dengan Vessel Traffic Service (VTS). Sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":215,"featured_media":0,"parent":62,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-297","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/users\/215"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=297"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/297\/revisions"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/62"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stei.itb.ac.id\/eedays\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}