Smart Growth Chamber : Sistem Ruang Tumbuh Tanaman Terkendali Cerdas

 2,628 total views,  4 views today

Bandung, itb.ac.id – Indonesia mengimpor 96% bawang putih yang tentunya menguras devisa negara, sementara produktivitas bawang putih lokal masih sangat rendah sekali dibandingkan bawang putih dari negara subtropis seperti Cina. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 lalu, volume impor bawang putih mencapai 587,7 Juta Kg dengan nilai USD 585,8 Juta.

Menurut Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) Lembang, rendahnya produktivitas bawang putih lokal karena tidak tersedianya varietas unggul dan iklim tanam yang tidak sesuai karena bawang putih adalah tanaman subtropis. Untuk menghasilkan varietas lokal baru yang memiliki produktivitas tinggi dan unggul dapat dengan cara mengawinsilangkan bawang putih lokal dengan bawang putih impor dari Cina. Karena bawang putih impor tidak bisa berbunga di iklim tanam Indonesia, maka dibutuhkan Ruang Tumbuh Tanaman yang dapat mengemulasi iklim tanam subtropis (emulator).

Untuk mengatasi hal tersebut, Smart Growth Chamber atau Sistem Ruang Tumbuh Tanaman Terkendali Cerdas hadir menjadi emulator dari iklim mikro subtropis. Ini adalah sebuah sistem ruang tumbuh tanaman dimana suhu udara, kelembaban udara, pencahayaan, kelembaban tanah, dan kadar CO2 di dalam ruang tumbuh dapat dipantau dan dikendalikan oleh user langsung pada alat di tempat, maupun secara daring melalui aplikasi website dan mobile.

Kelebihan dari produk ini diantaranya memiliki rentang pengaturan suhu udara yang lebar yaitu mulai dari -15 oC hingga 50 oC, yang melebihi produk standar sejenis di pasar yang hanya memiliki rentang suhu kerja dari 5 oC hingga 50 oC. Lebarnya rentang pengaturan suhu udara memastikan kebutuhan bawang putih dapat terpenuhi pada setiap fase di dalam siklus hidup tanaman mulai musim dingin, semi, dan panas. Disamping itu, produk Smart Growth Chamber juga memiliki kelebihan berupa sistem pengairan tanaman yang menggunakan metode drip irrigation, yang dapat menjaga kelembaban media tanam tanpa merendam tanaman dan juga membanjiri ruang tumbuh.

Keunggulan lainnya adalah produk ini sangat memperhatikan kenyamanan pengguna dari kalangan peneliti untuk mengakses, memantau dan mengendalikan perangkat ini. Pada Smart Growth Chamber, tersedia tiga buah antarmuka dengan pengguna, yaitu layar sentuh yang tertempel pada produk, situs web pada komputer, dan aplikasi mobile untuk smartphone Android. Dengan adanya ketiga antarmuka tersebut, peneliti mempunyai fleksibilitas untuk memantau dan mengendalikan growth chamber dari manapun dan kapanpun. Situs web dan aplikasi mobile juga disertai dengan fitur-fitur yang membantu proses penelitian, diantaranya pemantauan tanaman melalui keempat kamera di dalam chamber, notifikasi terkait kondisi growth chamber, dan fitur ekspor data historis parameter lingkungan. Terdapat sistem peringatan (early warning system) yang memberi tahu kondisi tangki air bersih yang akan habis airnya, atau kondisi tangki air buangan cooler yang akan penuh.

Dengan menggunakan Smart Growth Chamber, emulasi parameter iklim mikro daerah subtropis dapat dilakukan dengan tujuan agar bawang putih subtropis dapat tumbuh dan berbunga sehingga proses kawin silang antara bawang putih subtropis dan bawang putih lokal untuk menghasilkan varietas unggul bisa dilakukan.

Produk Smart Growth Chamber

Fitur Smart Growth Chamber :

  1. Pengukuran parameter lingkungan ruang tumbuh tanaman : suhu, kelembaban udara, kelembaban tanah, pencahayaan, dan kadar CO2
  2. Real time monitoring dan control parameter lingkungan ruang tumbuh tanaman melalui onsite display, web, dan mobile application
  3. Pengairan tanaman secara drip irrigation
  4. Pemantauan pertumbuhan tanaman melalui pengambilan citra​​
  5. Rekaman historis data parameter lingkungan ruang tumbuh tanaman
  6. Peringatan terkait kondisi ruang tumbuh tanaman
  7. Panduan perencanaan pengelolaan tanaman (bawang putih)

Spesifikasi Smart Growth Chamber :

  1. Kapasitas : 1000 L
  2. Suhu udara : – 15 °C – 50 °C
  3. Kelembaban udara : 50 %(RH) – 80 %(RH)
  4. Kelembaban tanah : 50 %(RH) – 75 %(RH)
  5. Pencahayaan : 0 – 2.700 lux
  6. Kadar CO2 : 400 – 5.000 ppm

Tim TA212201003 Beser Dosen Pembimbing

Dosen Pembimbing :  Dr. Ir. Irman Idris, M.Sc.

Kelompok TA212201003 Prodi Elektro ITB :

  • Rizca Shafira Salsabila Makasuci (13216029​​)
  • Agung Dwi Laksana (13218034)
  • ​​Cedric Samuel (13218060)

Rektor ITB Mengunjungi Booth Smart Growth Chamber

Smart Growth Chamber Mendapatkan Penghargaan The Best Engineering Research