STEI Dipecah Jadi Dua, STEI Rekayasa dan STEI Komputasi

 635 total views,  29 views today

BANDUNG, itb.ac.idSekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu fakultas/sekolah yang sangat diminati oleh para siswa saat seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Menyambut antusiasme siswa ini, STEI-ITB menyelenggarakan Virtual Open House 2022 pada Sabtu (9 April 2022) lalu. Acara ini diikuti oleh siswa dan orang tua dari seluruh Indonesia.

STEI-ITB memiliki enam program studi sarjana yakni teknik elektro, teknik tenaga listrik, teknik biomedis, teknik informatika, teknik sistem dan teknologi informasi, serta teknik telekomunikasi. Sedangkan untuk program pascasarjana, STEI-ITB memiliki tiga program, yaitu doktor teknik elektro & informatika, magister informatika, dan magister teknik elektro.

Terdapat 5 dari 6 program studi sarjana di STEI-ITB memiliki akreditasi internasional ABET dan terakreditasi unggul secara nasional. Program studi di STEI-ITB juga memiliki 9 Kelompok Keahlian (KK) seperti KK Rekayasa Perangkat Lunak dan pengetahuan, KK Teknik Komputer, KK Teknologi Informasi, dll. Berbagai KK ini aktif melakukan riset-riset bermanfaat.

Pada tahun ajaran 2022-2023 nanti, STEI-ITB terbagi menjadi dua, yaitu STEI-Rekayasa dan STEI-Komputasi. STEI-R mencakup prodi teknik elektro, teknik tenaga listrik, teknik biomedis, dan teknik telekomunikasi. Sedangkan STEI-K mencakup teknik informatika, teknik sistem dan teknologi informasi. Pengelompokan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk memilih kelompok yang lebih berdekatan. “Jadi STEI-K dan STEI-R adalah kelompok yang dibentuk dalam rangka memfasilitasi teman-teman semua agar sedikit lebih fokus lagi memilih kelompok prodi-prodi yang berdekatan,” ujar Dr.techn. Saiful Akbar, ST,MT., Wakil Dekan Bidang Akademik STEI-ITB.

Dengan adanya pengelompokan ini, calon mahasiswa tentu bisa lebih mengenal prodi yang akan mereka pilih. Di sisi lain, mahasiswa sudah tahu minat mereka masing-masing mau ke mana.

Namun akan timbul pertanyaan, bagaimana jika calon mahasiswa memiliki minat di kedua fakultas terkait? Menjawab pertanyaan ini, Saiful menjelaskan bahwa sebenarnya mereka memiliki kesempatan untuk belajar di sisi yang lain. “Misalnya untuk prodi STEI-R, sedikit banyak mempelajari tentang perangkat lunak, meskipun penekanannya di bidang tenaga listrik,” ujarnya.

Kebijakan ini akan membuat calon mahasiswa tidak terlalu terbebani saat hendak memilih prodi di tahun kedua. “Jadi pengelompokan ini tidak akan membuat khawatir mahasiswa baru jika nantinya lompat jurusannya terlalu jauh,” ucap Wakil Dekan STEI-ITB tersebut. Ibaratkan kutub utara dan selatan yang dipisahkan oleh khatulistiwa. Mengakhiri pemaparannya, beliau mengucapkan selamat datang di lingkungan STEI. “STEI Hebat, mari sama-sama belajar di STEI,” tutupnya.

Reporter: Kevin Agriva Ginting (Teknik Geodesi dan Geomatika, 2020)