Lima Tahapan Meningkatkan Kualitas Diri Ala Immanuel Deo, Alumni Berprestasi STEI ITB

 1,733 total views,  15 views today

Pemaparan sharing Deo pada acara Penerimaan Mahasiswa Baru

Penerimaan mahasiswa baru (PMB) sudah dilalui, fase hidup yang baru pun akan menjadi perjalanan baru bagi mahasiswa baru. Pada acara PMB yang telah dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2021 kemarin terdapat sesi sharing dengan salah satu alumni berprestasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, yakni Immanuel Deo Silalahi.

Deo saat ini bekerja di Schlumberger, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas sebagai Field and Reliability Engineer. Immanuel Deo merupakan lulusan dari program studi Teknik Tenaga Listrik.

Semasa kuliah hingga saat ini sudah banyak hal yang dilalui oleh Deo, diantaranya pada tahun 2016 menjadi tim senator HME, GE Intern, Asisten Laboratorium, berbagai sub judul di ISO, UKSUITB, dan PMKITB. Kemudian pada tahun 2017 Deo menjadi Schneider Ambassador, anggota aktif di IEEE, mengikuti kompetisi Geek, Memenangi lomba esai untuk SDG, Dean’s List, Delegasi Ericsson dan PLN, serta INKOMPASS intern.

Tahun 2018 menjadi mahasiswa berprestasi ITB, Co-Founder dari Paragon Indonesian Leaders, penerima beasiswa Bank Indonesia, Produser Eksekutif TEDxITB, volunteers dan mentors di Student Catalyst and Giving Back Project, delegasi KAIST dan AFMAM, Young Leaders untuk ID.

Tahun 2019, Deo  lulus dalam 3,5 tahun dan menjadi pembicara pidato perpisahan pada wisuda April 2019, Menjadi pembicara untuk pengembangan dri dan akademik untuk pencapaian karir. Terbaru pada tahun 2020, Deo bekerja di Schlumberger, Representatif dari Gaja Toba 2015, Pembicara dalam industry minyak dan gas serta spesialisasi. Saat ini Deo sedang berusaha mewujudkan impiannya yaitu membuat sebuah perusahaan Startup.

Deo memberikan lima tahapan meningkatkan kualitas diri, yang bila dijabarkan menjadi hal-hal berikut:

  1. The Beginning, pada tahap ini ditekankan pada bagaimana cara seorang individu tahu dirinya sendiri bisa berupa 16 personalities, analisis SWOT, dan masih banyak lagi metode lainnya;
  2. The Arising, tahap dimana individu bisa mengimplementasikan pengetahuan diri sendiri menjadi passion, dan dilakukan sebuah analisis apakah cocok atau tidak. Caranya dapat dengan memvalidasi berbagai macam referensi baik dari buku maupun feedback dari orang lain, memiliki role model, kebiasaan yang positif, dan lifelong learning.
  3. The Giving, memberikan banyak hal kepada orang lain yang nantinya dapat berdiskusi dan mendapatkan feedback. Hal ini digunakan untuk mengevaluasi kemampuan. Setelah itu, bisa mengikuti berbagai kegiatan volunteer karena disitu dapat mendedikasikan diri tanpa mengharapkan sesuatu dari orang atau atas dasar kemanusiaan.
  4. The Sustaining, tahapan pada saat individu bisa menjadi mentor dan mentee, melakukan berbagai kegemaran juga termasuk ke dalam tahap the sustaining.
  5. The Breakthrought, sebuah tahap yang membuat seorang individu bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sukses itu bukan menjadi parameter, tapi bagaimana kita dapat membantu orang lain, kita harus mengambil moment untuk mengubah hidup kita, dan tentunya membangun network seluas-luasnya,” Ucap Deo.

Dengan menghadirkan Deo, diharapkan mahasiswa baru dapat menumbuhkan semangat sebagai mahasiswa dan menjadi role model yang dapat diikuti dengan baik. Deo juga menambahkan bahwa setiap individu harus mengenali dirinya sendiri dengan baik, apa yang cocok atau tidak bagi dirinya sehingga setiap menjalankan apapun yang cocok bisa terjalani dengan senang hati.

Terima kasih Deo untuk kedatangannya ke Penerimaan Mahasiswa Baru STEI ITB!

(Artikel oleh Rio Prawira Octavieri, D4 Manajemen Produksi Media Universitas Padjajaran)