Enter your keyword

Dari Bandung ke Okinawa: Inovasi Desain LSI Mahasiswa STEI ITB Tampil di Ajang Internasional

Dari Bandung ke Okinawa: Inovasi Desain LSI Mahasiswa STEI ITB Tampil di Ajang Internasional

Dari Bandung ke Okinawa: Inovasi Desain LSI Mahasiswa STEI ITB Tampil di Ajang Internasional

Bandung, stei.itb.ac.id — Mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung berpartisipasi dalam LSI Design Contest Okinawa 2026, kompetisi internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam bidang desain Large Scale Integration (LSI) dan sistem semikonduktor. Babak final kompetisi tersebut diselenggarakan di Ohama Nobumoto Memorial Hall, Ishigaki, Okinawa, Jepang, dan menjadi ajang bagi para peserta untuk mempresentasikan inovasi desain perangkat keras yang mereka kembangkan.

Dalam kompetisi ini, dua tim mahasiswa STEI ITB mempresentasikan proyek dengan pendekatan teknologi yang berbeda. Tim pertama mengembangkan sistem voice conversion berbasis FPGA yang mampu mengubah karakter suara seseorang menjadi karakter suara orang lain.

Melalui implementasi tersebut, tim melakukan berbagai optimisasi pada sisi perangkat lunak maupun perangkat keras, di antaranya batch normalization folding, quantization aware training, serta sinkronisasi block RAM (BRAM) untuk meningkatkan efisiensi sistem.

Tim MantapGAN yang terdiri dari Muhammad Farhan (EL’22), Randy Revaldo Pratama (EL’22), dan Hifzhi Dinullah (EL’22) berhasil meraih 1st Runner Up. Dalam proses pengembangan, Randy dan Hifzhi berfokus pada perancangan Register Transfer Level (RTL), sementara Farhan menangani proses modelling. Pada tahap integrasi, seluruh anggota tim terlibat dalam proses cross-check, integrasi sistem, serta debugging untuk memastikan sistem dapat berjalan secara optimal.

Sementara itu, tim lain yang mengusung nama GANteng berhasil meraih Fighting Spirit Award dengan mengajukan proyek berjudul “Area Efficient Unified Systolic Array for GAN-Based EEG Artifact Removal”. Proyek ini berfokus pada penghilangan derau (noise) pada sinyal electroencephalography (EEG) dengan memanfaatkan akselerasi perangkat keras dalam proses inference pada jaringan saraf tiruan.

Dalam desain tersebut, tim mengusulkan penggunaan systolic array untuk menjalankan operasi convolution dan transposed convolution. Arsitektur ini digunakan untuk mendukung model U-Net yang sebelumnya dilatih menggunakan pendekatan Generative Adversarial Network (GAN). Pendekatan tersebut memungkinkan proses pemrosesan sinyal EEG dilakukan secara lebih efisien pada perangkat keras.

Tim GANteng terdiri dari Rizmi Ahmad Raihan (EL’23), Dharma Anargya Jowandy (EL’23), dan Aryo Wisanggeni (IF’23). Rizmi bertanggung jawab pada desain operasi convolution berbasis systolic array dan integrasi perangkat keras. Dharma mengembangkan modul transposed convolution serta komunikasi antara Processing System dan Programmable Logic melalui AXI-custom. Sementara Aryo merancang arsitektur jaringan saraf berbasis U-Net dan WGAN untuk penghilangan derau sinyal EEG, sekaligus mengembangkan antarmuka antara Processing System dan Programmable Logic.

Persiapan kedua tim dimulai sejak pembentukan kelompok pada Oktober 2025 dalam kegiatan perkuliahan VLSI. Proses pengembangan kemudian dilanjutkan secara lebih intensif pada awal 2026 melalui studi literatur, pemilihan arsitektur sistem, hingga tahap implementasi dan pengujian sebelum memasuki babak final kompetisi.

Bagi para mahasiswa, keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan terhadap perkembangan riset dan teknologi LSI di tingkat global. Kompetisi tersebut menampilkan beragam inovasi dari berbagai tim, mulai dari akselerasi grafika tiga dimensi hingga sistem pemrosesan sinyal untuk aplikasi medis.

Melalui pengalaman ini, para peserta tidak hanya mempresentasikan hasil riset mereka, tetapi juga berinteraksi dengan komunitas internasional di bidang desain semikonduktor. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam mengembangkan teknologi LSI yang semakin relevan dengan kebutuhan industri dan penelitian global.

id_IDIndonesian